Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cuti Bersama Selesai, Kendaraan Berat di Kabupaten Kediri Beroperasi Lagi

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 10 April 2025 | 02:40 WIB
BEROPERASI LAGI: Truk pengangkut barang melintas di jalan Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih
BEROPERASI LAGI: Truk pengangkut barang melintas di jalan Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih

KEDIRI, JP Radar Kediri– Waktu cuti bersama Hari Raya Idul Fitri sudah selesai. Meski begitu, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kediri masih sangat ramai. 

Seperti di simpang tiga Pasar Kras, Kecamatan Kras; simpang empat Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih; dan perempatan Papar. Sejak pagi hingga sore kemarin (8/4) kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat masih mengantre panjang.

Agung, 58, Desa/Kecamatan Kras mengatakan, sejak pagi kemarin kendaraan yang melintas dari arah Kediri menuju Tulungagung sangat padat. “Hari ini mulai dari jam 06.00 sampai 09.00 sangat ramai,” akunya.

Menurutnya, ramainya kendaraan itu terjadi karena sebagian pemudik berasal dari kota atau kabupaten terdekat. Biasanya bisa dijangkau dengan waktu 2-3 jam saja. Sehingga saat kembali ke daerah asal, mereka sambil berangkat kerja.

Pantauan koran ini, memang pada pagi hari jumlah kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil terpantau padat. Dalam kurun waktu 5 menit ada puluhan kendaraan yang melintas. Termasuk truk bermuatan berat yang sebelumnya dibatasi untuk melintas.

Kondisi serupa juga terjadi di simpang empat Branggahan. Kepadatan hampir sama ketika hari pertama program work form anywhere (WFA) diberlakukan.

Namun yang berbeda adalah mulai banyak truk sumbu tiga yang beroperasi. Total ada 5 truk fuso yang ikut berhenti di traffic light.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh warga sekitar Joni, 52. Dia menjelaskan jika arus lalu lintas masih lebih padat dari hari-hari biasa. Jika biasanya sekali berhenti hanya ada 10 hingga 12 kendaraan.

“Mungkin saat ini bisa sampai 20 sampai 25 kendaraan,” terang Joni, warga Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih.

Kepadatan ini dimanfaatkan oleh warga sekitar menjual makanan dan minuman keliling.

“Di sini ada pedagang keliling menjual roti dan es wawan. Kalau terjadi macet pasti jualan mereka habis. Sebaliknya ketika hari biasa jarang ada pembeli,” tandasnya.

Terakhir, Joni mengaku Lebaran kali ini arus lalu lintas tepantau ramai lancar. Dibuktikan dengan tidak ada rekayasa arus lalu lintas yang harus diterapkan. “Polisi tetap ada yang berjaga kemarin, tetapi tidak sampai melakukan penguraian kendaraan,” pungkasnya. Sementara itu, perempatan Papar juga ramai dilalui kendaraan pada saat sore hari menjelang Maghrib.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #cuti bersama #arus lalu lintas #kendaraan berat #idul fitri