Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kualitas Panenan Padi di Kabupaten Kediri Tahun Ini Turun, Ini Penyebabnya

Ayu Ismawati • Kamis, 20 Maret 2025 | 05:25 WIB
Petani di Desa Manyaran, Banyakan memanen padi mereka. Di musim hujan ini kadar air padi panenan petani sangat tinggi hingga menyulitkan proses pengeringan dan menurunkan kualitas gabah.
Petani di Desa Manyaran, Banyakan memanen padi mereka. Di musim hujan ini kadar air padi panenan petani sangat tinggi hingga menyulitkan proses pengeringan dan menurunkan kualitas gabah.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Kualitas padi yang dipanen Maret ini tak
sebaik bulan-bulan sebelumnya. Memasuki panen raya, banyak padi yang kadar
airnya tinggi hingga menyulitkan pengolahan.


Seperti diakui oleh Afnan, 48. Pedagang gabah dan beras itu mengaku
kesulitan mengolah padi yang didapat dari petani. Pasalnya, mayoritas
merupakan gabah basah.

“Gabah kering sawah itu sebelum masuk ke Gudang tetap harus dikeringkan. Lha ini karena panenan di musim hujan, kadar air gabah lebih tinggi lagi,” ungkap pria asal Desa Datengan, Grogol ini.

Cuaca ekstrem juga lebih menyulitkan petani dan pedagang. Pasalnya,
banyak padi yang ambruk dan terendam air. Akibatnya, tidak hanya kualitas
gabah dan beras yang kurang baik. Melainkan pengeringannya juga membutuhkan waktu yang sangat lama.

Jika gabah kering sawah biasanya cukup dikeringkan dalam waktu sekitar 10 jam, gabah yang dipanen setelah terendam air ini membutuhkan waktu tiga kali lipat lebih lama.

gabBaca Juga: Serapan Gabah Bulog Cabang Kediri di Bulan Maret Ini Masih Minim

“Pengeringannya sampai 38 jam. Yang seharusnya bisa untuk produksi lebih banyak, jadi tersita. Operasionalnya lebih mahal,” lanjut pria yang memiliki mesin pengering dengan kapasitas 30 ton itu.

Untuk diketahui, pertengahan Maret ini para petani di Kediri mulai memasuki panen raya. Hal tersebut diakui Afnan memudahkan para pedagang. Jika sebelumnya dia harus berburu padi keluar daerah, kini kebutuhan padi cukup dipasok dari lokal Kediri.

Stok yang mulai melimpah juga membuat harga mulai turun. Jika akhir Februari lalu harga gabah masih menyentuh Rp 7 ribu per kilogram (kg), pertengahan Maret ini harga gabah kering sawah Rp 6.500 per kg.

“Untuk yang kualitasnya bagus masih bisa Rp 6.600 (per kg, Red),” terang Afnan.
Meski stok gabah di sawah mulai banyak, pria yang juga salah satu mitra bulog itu mengaku belum memasok gabah atau beras ke sana. Alasannya, dia masih fokus memenuhi kebutuhan internalnya.

“Sebenarnya sudah ada stok, tapi belum memasok ke bulog,” papar penjual beras merk Afnan itu.

Terpisah, kondisi padi petani yang basah juga dibenarkan oleh Bulog Cabang Kediri. Badan pemerintah itu juga disulitkan kondisi gabah basah hingga menghambat penyerapan.

Wakil Pemimpin Kantor Cabang Bulog Kediri Hestiana mengatakan, kadar air gabah yang diterima sering kali berada di kisaran 30–33 persen. Padahal, idealnya kadar air gabah hanya sekitar 14 persen. Atau maksimal harus kurang dari 30 persen.

Karena itu (kadar air tinggi, Red) butuh waktu pengeringan lebih lama, sehingga penyerapan gabah baru ikut terhambat," ungkapnya sembari menyebut gabah yang terlalu basah juga bisa menggumpal dan merusak mesin dryer.

Untuk diketahui, saat ini Bulog Kediri memiliki 11 mitra pengering. Kapasitasnya mencapai 430 ton per hari jika gabah yang diterima kadar airnya tidak tinggi. Namun, dengan tingginya kadar air gabah yang masuk, kapasitas pengeringan pun turun hingga 50–70 persen.

Sehingga, dalam sehari hanya bisa mengeringkan gabah sekitar 150–200 ton.
Untuk mengurangi kadar air gabah, bulog meminta petani tidak memanen
saat hujan.

Selanjutnya, mereka juga diminta mengangin-anginkan gabah lebih dulu sebelum dijemput oleh layanan antar jemput bulog. Sementara itu, meski terkendala pengeringan, serapan beras bulog agaknya tetap melebihi target.

Serapan di Kediri hingga Maret ini ditargetkan sebesar 5.930 ton, terealisasi 7.496 ton. Adapun setahun bulog menargetkan untuk menyerap 50.500 ton setara beras.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Bulog Cabang Kediri #pemkab kediri #petani padi #Gabah Bulog Cabang Kediri #panen raya padi