KABUPATEN, JP Radar Kediri- Puluhan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri yang lolos istitaah atau dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, terancam batal berangkat ke Tanah Suci.
Pasalnya, hingga 14 Maret lalu mereka belum menunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan, jadwal pelunasan BPIH untuk jemaah haji reguler 2025 mulai 14 Februari -hingga 14 Maret lalu.
Rupanya, hingga penutupan pelunasan tahap pertama ada 20 orang yang belum melakukan pelunasan.
Terkait penyebabnya, menurut Kholiq ada beberapa macam. Ada CJH yang mengalami kegagalan system di proses pembayaran. Sisanya juga ada jemaah yang memang belum melakukan pelunasan.
"Namun mayoritas karena gagal sistem," lanjutnya.
Terkait nasib puluhan CJH itu, menurut Kholiq pihaknya masih mengupayakan pengajuan. Yakni agar mereka bisa melakukan pelunasan di tahap dua.
"Masih kami usulkan untuk bisa pelunasan di tahap 2. Selama nanti bisa pelunasan (BPIH, Red) di tahap 2 otomatis berangkat (ke Tanah Suci, Red),” terang Kholiq sembari menyebut pelunasan tahap 2 dimulai pada 24 Maret sampai 17 April.
Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz menambahkan, jika hingga tahap 2 berakhir belum melakukan pelunasan, otomatis mereka tidak bisa berangkat tahun ini.
"Pemberangkatan ditunda tahun depan," jelasnya.
Terkait porsi yang kosong, menurut Faiz akan digantikan oleh CJH cadangan yang sudah melakukan pelunasan. Sehingga, porsi Kabupaten Kediri tetap akan penuh terisi jemaah.
Untuk diketahui, hingga kemarin Kantor Kemenag Kabupaten Kediri masih melayani jemaah haji penggabungan dan pendamping. Totalnya ada 128 jemaah.
"Hari ini (kemarin) jadwal terakhir pukul 15.00," papar Faiz.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah