KEDIRI, JP Radar Kediri- Pengambilan air suci di kawasan situs Adipati Panjer kemarin, mengawali rangkaian HUT Kabupaten Kediri. Ritual di Desa Panjer, Plosoklaten itu berlangsung dalam nuansa adat Jawa, hingga kirab dengan rute sekitar 0,5 kilometer.
Pengamatan koran ini, ritual pengambilan air suci di situs Adipati Panjer itu dimulai sekitar pukul 08.00. Setelah kirab dengan nuansa adat Jawa, prosesi pengambilan air suci langsung dimulai.
Air dari kawasan situs itu dimasukkan ke dalam kendi. Kemudian, dilakukan doa bersama. Acara ditutup dengan rebutan gunungan yang berisi hasil panen dari desa setempat.
“Gunungan yang isinya sayur-sayuran itu merupakan hasil bumi Desa Panjer,” kata Kepala Desa Panjer Suhadi. Dia menyebut acara kemarin sekaligus untuk melestarikan budaya Jawa.
Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Nurvika Maharani menjelaskan, prosesi pengambilan air suci dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri tidak hanya dilakukan di situs Adipati Panjer. Melainkan total di tujuh sumber.
Enam lokasi lain adalah di Sendang Kamulyan Badas, Sumber Kembangan Paron Ngasem. Kemudian, di makam Gus Miek, Sumber Sugihwaras Ngadiluwih, Sendang Tirto Kamandanu di Desa Menang, Pagu. Serta di Waduk Siman.
Lebih jauh Nurvika menyebut, air dari tujuh sumber itu akan digunakan untuk penyucian pada puncak perayaan HUT 25 Maret nanti.
Yakni, dengan mencuci kaki dan membasuk tangan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, Wabup Dewi Mariya Ulfa, dan para pejabat forkopimda serta undangan yang hadir.
Pengambilan air di tujuh sumber menurutnya memiliki filosofi tersendiri.
“Tujuh sumber atau pitu. Maknanya pitulungan atau pertolongan dari Tuhan,” terangnya.
Jika pengambilan air di situs Adipati Panjer dilakukan kemarin, pengambilan air di enam sumber lainnya dilakukan bertahap hingga 24 Maret nanti.
“Setelah air dari tujuh sumber terkumpul, air dijadikan satu dan disimpan di dinas pariwisata dan kebudayaan,” jelas Nurvika.
Meski puncak perayaan HUT baru digelar pada minggu keempat Maret, dia memastikan akan berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Hal tersebut menyusul adanya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran.
“Untuk rangkaian acara lainnya akan menyesuaikan Inpres. Sementara (Bupati Dhito, Red) tidak menginap di Siman,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok menyebut air di sumber Desa Panjer dipilih karena ada nilai historisnya.
“Di Serat Babad Kediri air dari sumber ini sangat mujarab untuk mengobati luka-luka,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah