KEDIRI, JP Radar Kediri-Meski diwarnai kontroversi, agaknya sound horeg memiliki penggemar yang tak sedikit. Hal itu terlihat dalam battle sound horeg yang berlangsung di area terbuka Dusun Ringinrejo, Desa/Kecamatan Grogol, Sabtu (09/11) malam lalu. Acara adu kencang suara sound system yang menyuguhkan berbagai jenis musik itu disaksikan oleh belasan ribu penonton.
Pantauan koran, battle sound horeg diikuti oleh puluhan peserta. Di satu kesempatan puluhan sound system itu memainkan lagu yang sama secara bersamaan.
Selanjutnya, battle baru dimulai. Ada dua sound system yang adu keras suara secara bersamaan.
Saking kerasnya, suara musik masih terdengar keras dari jarak sekitar 2,5 kilometer. Di lokasi penyelenggaraan, suara musik dan lagu yang dimainkan terdengar memekakkan telinga.
Namun, agaknya hal tersebut yang justru disukai oleh para penggemarnya. Terbukti mereka tak beranjak dari venue acara sejak pukul 19.00 hingga pukul 22.30.
Acara yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari runway atau area lepas landas Bandara Dhoho itu dijaga ketat oleh ratusan personel Polres Kediri Kota, TNI, dan satpol PP.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Mukhlason mengatakan, pihaknya menerjunkan 150 personel polisi untuk mengamankan battle sound horeg tersebut.
“Personel mengamankan di setiap pintu masuk dan keluar,” kata Mukhlason ditemui di lokasi battle sound Sabtu malam lalu.
Selain anggota Polres Kediri Kota, menurutnya juga ada jajaran TNI, hingga polisi dari Brimob Detasemen C Kediri, dan satpol PP yang melakukan pengamanan.
Tak sekadar melakukan pengamanan, menurut Mukhlason polisi juga melakukan sweeping terhadap penonton.
Penonton yang memakai atribut perguruan silat langsung diamankan karena berpotensi memancing konflik.
Selain itu, polisi juga mengamankan penonton yang membawa atau mengonsumsi minuman keras (miras) di area battle sound.
“Hasil sweeping memang ada penonton yang membawa atribut perguruan silat dan dengan cepat kami amankan,” lanjut perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu.
Sweeping atau razia, menurut Mukhlason juga dilakukan di sejumlah warung yang ada di area battle sound. Hasilnya, mereka mendapati beberapa warung yang menjual miras dalam kemasan botol. "Langsung kami amankan dan dibawa ke mako polres," paparnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi itu, Mukhlason bersyukur, acara yang dihadiri oleh belasan ribu penonton itu relatif kondusif hingga akhir acara. “Jam 22.30 saya ingatkan untuk segera selesai. Semua memang dikondisikan,” tandasnya.
Untuk diketahui, di luar belasan ribu penonton yang memadati area battle sound, arus lalu lintas menuju ke lokasi acara macet.
Kendaraan hanya bisa berjalan sangat pelan saking banyaknya kendaraan roda dua yang menuju ke venue.
Terkait hal tersebut, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Murnianto mengakui memang terjadi kemacetan. Namun, menurutnya hal tersebut hanya karena kendaraan hendak masuk atau hendak keluar. Selebihnya menurut Murni relatif lancar.
"Aman terkendali dan tidak ada gesekan karena setiap pintu ada pengamanan dari personel," imbuhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah