KEDIRI, JP Radar Kediri-Masyarakat yang terbiasa melewati sungai Brantas via Jembatan Semampir harus bersiap-siap mencari alternatif jembatan lainnya.
Pasalnya, jembatan yang beroperasi sejak tahun 1992 silam itu akan dibangun ulang tahun depan. Oktober ini sudah mulai dilakukan pembatasan kendaraan yang boleh melintas di sana.
Ketua Tim Hukum dan Komunikasi Publik Balai Besar Pelaksanan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Ahsan Asjhari mengatakan, perbaikan Jembatan Semampir akan dilakukan tahun 2025 atau tahun depan.
Mengapa Jembatan Semampir harus diperbaiki? Menurut Ahsan hal tersebut menimbang kondisi jembatan. “Secara visual mengalami lenduran (lendutan atau berlekuk ke bawah, Red),” kata Ahsan.
Lebih jauh Ahsan menyebut, terkait teknis pembangunan jembatan, BBPJN Jatim-Bali masih akan mempertimbangkan hasil uji pembeban.
Sesuai rencana uji beban baru akan dilakukan mulai Senin (21/10) depan.
“Hasil uji beban untuk mengetahui apakah diperlukan penggantian menyeluruh (bagian atas dan bawah jembatan, Red) atau hanya bangunan atas saja (gelagar dan lantai jembatan, Red),” ungkap Ahsan.
Karenanya, teknis perbaikan jembatan masih belum bisa dipastikan. Sebab, BBPJN Jatim-Bali masih menunggu hasil uji beban atau loading test yang dilakukan untuk memastikan kondisi struktut jembatan.
Untuk diketahui, selama proses perbaikan otomatis Jembatan Semampir akan ditutup total. Akibatnya, kendaraan yang kerap melintasi Jembatan Semampir harus berganti jalur.
Termasuk bus-bus antarkota dalam pulau (AKDP) jurusan Tulungagung-Surabaya dan sebaliknya yang akan dialihkan rutenya selama setidaknya dua tahun ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengatakan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang penutupan jembatan vital di Kota Kediri itu.
Sebelum proyek dimulai, menurut Didik loading test akan dilakukan pada 21 – 27 Oktober mendatang.
“Selama seminggu itu, Jembatan Semampir akan dilakukan penutupan total. Sehingga berdampak pada kondisi transportasi di Kota Kediri karena jembatan itu merupakan jalan nasional,” kata Didik.
Setelah uji pembebanan selesai, dishub akan memasang portal mulai 28 Oktober mendatang. Pembatas dipasang untuk memastikan kendaraan besar tidak bisa lagi lewat di sana.
“Tapi kendaraan kecil bisa masuk. Seperti mobil pribadi, motor, itu masih bisa,” lanjut Didik sembari menyebut pembatasan kendaraan di Jembatan Semampir akan diterapkan mulai Maret 2025 nanti atau sebelum proyek pembangunan dimulai.
Didik menegaskan, pembangunan Jembatan Semampir akan butuh waktu selama 15 bulan. Dengan demikian, pembangunan jembatan baru selesai pertengahan 2026 nanti.
Lalu, bagaimana dengan lalu lintas kendaraan besar yang biasa melewati Jembatan Semampir? Didik menyebut pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas terhadap bus AKDP jurusan Surabaya-Tulungagung dan sebaliknya yang biasa melintas di sana.
Uji coba akan dilakukan mulai Senin (21/10) depan. “Bus Surabaya-Tulungagung tentunya akan melintasi akses jalan dalam kota. Mulai Jl Mayor Bismo, Jl Diponegoro, Hasanudin, dan seterusnya,” urai Didik.
Sedangkan bus dari arah Tulungagung-Surabaya setelah masuk Terminal Tamanan akan diarahkan putar balik rute menuju ke Jembatan Bandar Ngalim untuk selanjutnya melanjutkan ke arah Surabaya dengan melalui Jl Panglima Sudirman.
“Kalau ini kita coba dengan bus yang semua tetap melalui Terminal Tamanan, tentunya akan ada peningkatan volume kendaraan di Jl Semeru, Jl Agus Salim, dan Jembatan Bandar Ngalim. Makanya akan kita coba dan amati dulu,” bebernya.
Sebelum pelaksanaan uji coba, menurut Didik dishub akan mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan terkait kemungkinan bus tidak singgah di terminal.
Selama uji coba dishub juga akan melihat respons masyarakat terkait pengalihan arus. Khususnya, terkait bus-bus AKDP yang diarahkan untuk melintas di akses dalam kota.
“Kami tentu mengutamakan keselamatan masyarakat. Jangan sampai masyarakat dirugikan, khususnya di jalan-jalan tersebut karena adanya peningkatan volume bus yang melintas,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah