KEDIRI, JP Radar Kediri- Rabu malam, sekitar pukul 21.00, belasan anak muda berkumpul di depan Masjid Agung Kota Kediri. Sebagian menerima bungkusan-bungkusan nasi yang diberikan beberapa donatur. Sebagian lagi, memasukkan bungkusan itu ke tas kresek. Disertai air minum dalam kemasan.
Setelah selesai, para remaja itu berkumpul sejenak, berdoa. Setelah itu, sebagian ada yang membawa paket nasi bungkus itu ke beberapa lokasi. Sebagian lagi, dibagikan kepada orang-orang yang berada di alun-alun. Beberapa orang yang sudah menunggu di seberang jalan pun langsung menyerbu. Meminta jatah nasi yang memang dibagikan secara gratis tersebut.
Kelompok itu adalah Komunitas Berbagi Nasi Kediri. Yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu. Amunisinya-sebutan untuk nasi bungkus-diperoleh dari donatur.
“Awalnya dari mulut ke mulut, hingga banyak yang bergabung seperti sekarang,” terang Koordinator Berbagi Nasi, Candra Muhammad, 24.
“Untuk penerima, kita lebih spesifik orang-orang yang ada di jalan protokol Kediri, artinya orang yang masih berjuang di jalanan, baik itu ojek online, gelandangan, pengemis , tukang becak, maupun orang lain yang membutuhkan,” beber Candra.
Ketika membagikan nasi, terlihat ada beberapa warga yang rela bolak-balik hanya untuk mendapatkan nasi bungkus yang lebih banyak. Namun salah seorang relawan memberitahunya, agar bisa berbagi dengan orang lain.
Setelah selesai pembagian nasi bungkus di lokasi pertama, yakni didepan Masjid Agung, para relawan dibagi dua kelompok untuk memudahkan pembagiannya. Kelompok pertama berada di rute Pasar Pahing, dan kelompok kedua berada di rute Kantor Pos.
“Kenapa kita memilih hari Rabu, karena kalau hari Jumat itu sudah identiknya orang-orang berbagi nasi,” bebernya.
Sepanjang perjalanan, setiap ada pengemis, gelandangan, tukang becak, juru parkir dan lainnya, anggota kelompok itu langsung menghampiri lalu memberikan nasi bungkus.
Menurutnya Candra, Komunitas Berbagi Nasi Kediri ini merupakan komunitas sosial yang bisa menjadi tempat bernaung bagi para relawan. Relawan-relawan ini tidak hanya berasal dari wilayah Kediri saja, melainkan kota-kota lain juga. Seperti Probolinggo, Surabaya, Nganjuk dan masih banyak lagi. Tak hanya itu relawan-relawan tersebut juga datang dengan background yang berbeda-beda.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah