Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPN Kebut Proses Pembebasan Tanah Terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri

Andhika Attar Anindita • Selasa, 11 Juli 2023 | 14:25 WIB

 

PRIORITAS: Wilayah Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung terhubung langsung ke Bandara Internasional Dhoho difoto dari udara.
PRIORITAS: Wilayah Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung terhubung langsung ke Bandara Internasional Dhoho difoto dari udara.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri terus mengebut proses pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri. Dalam proses appraisal mereka memberi tenggat waktu kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) selama sepuluh hari.

Untuk diketahui, sejak Kamis (6/7) lalu KJPP memulai penaksiran harga 25 bidang tanah di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Dengan deadline selama 10 hari, berarti appraisal harus selesai pada Minggu (16/7) nanti.          

Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Tutur Pamuji mengatakan, selama proses appraisal pihaknya tidak bisa mengikuti. Sebab, penaksiran harga tanah terdampak tol itu dilakukan secara independen oleh pihak ketiga. “Kami memberi target KJPP untuk melakukan penilaian selama 10 hari,” kata Tutur.

Selain 25 bidang tanah tersebut, menurut Tutur pihaknya juga mengeluarkan pengumuman tambahan untuk 32 bidang tanah di Semampir. Pengumuman yang mencakup peta bidang tanah (PBT) dan daftar nominasi (danom) itu diprioritaskan untuk bidang milik perseorangan.  “Selama masa sanggah 14 hari itu ada dua bidang sanggahan dari pihak yang berhak,” tambah laki-laki asal Jember ini.

Seperti diberitakan, pekan ini BPN juga akan melanjutkan proses pembebasan lahan di Kelurahan Gayam dan Bujel. BPN akan menerbitkan peta bidang tanah (PBT) sedikitnya untuk 110 bidang di Gayam. Sedangan di Kelurahan Bujel mencapai 176 bidang yang akan dilanjutkan pendataan yuridisnya.

Setelah penerbitan PBT, menurut Tutur Satgas B bisa memulai pendataan yuridis. Khususnya di Kelurahan Gayam. Sedangkan di Kelurahan Bujel masih tersisa tanah aset desa yang belum didata. Sebab, harus ada pelimpahan kewenangan terlebih dahulu dari Pemkot Kediri. “Kemudian berturut-turut minggu berikutnya masing-masing satu kelurahan (penerbitan PBT, Red),” papar Tutur tentang tahapan yang mereka tempuh.

Untuk diketahui, sedikitnya ada delapan kelurahan di Kota Kediri yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung. BPN telah menyelesaikan pengukuran di semua kelurahan tersebut. Setelah penerbitan PBT di Kelurahan Bujel dan Gayam, kini tersisa Kelurahan Mrican, Ngampel, Sukorame, serta Pojok.

Sementara itu, BPN Kabupaten Kediri juga melanjutkan pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Desa Tiron, Banyakan. “Data terakhir tercatat ada 115 warga Desa Tiron yang setuju dengan hasil appraisal,” ujar Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Eko Priyanggodo.

Dari jumlah tersebut, menurut Eko ada 81 bidang tanah yang sudah dilakukan pembayaran. Adapun 34 bidang sisanya masih dalam proses pemeriksaan berkas sebelum pencairan ganti rugi.

Di luar ratusan bidang tanah yang sudah menyatakan sepakat, menurut Eko ke depan masih bisa terjadi perubahan. Semuanya tergantung proses verifikasi yang sedang dilakukan oleh BPN. “Masih bisa saja bertambah jumlah warga yang setuju. Jumlah tersebut masih belum final statusnya,” lanjut Eko.

Kapan pencairan ganti rugi bisa dilakukan? Eko menyebut, panitia masih menunggu proses validasi berkas pemilik tanah. Yang dinyatakan lolos validasi dan verifikasi bisa segera menerima ganti rugi.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, BPN sudah mencairkan dua kali ganti rugi untuk warga di Desa Tiron. Proses pencairan ganti rugi yang sama juga dilakukan di Desa Manyaran, Banyakan. Terakhir, mereka melkaukan pembayaran 18 bidang tanah di Desa Manyaran senilai Rp 7,8 miliar.

Setelah berkutat di Kecamatan Banyakan, fokus tim bakal bergeser ke wilayah selatan. Dalam waktu dekat, giliran wilayah Kecamatan Mojo yang akan disasar. Di tahap awal, BPN akan melakukan sosialisasi di delapan desa. Mulai Desa Mojo, Mlati, Ploso, Kedawung, Maesan, Kranding, Ngadi, dan Ngetrep.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tol kediri #tol kediri tulungagung #bandara kediri #pembangunan tol kediri