KEDIRI, JP Radar Kediri-Satresnarkoba Polres Kediri berhasil membongkar pabrik dobel L rumahan milik Sutiono, 37, di Desa Sanggrahan, Prambon pada Sabtu (1/7) lalu. Dari rumah yang dikontrak pria yang akrab disapa Negro itu, polisi berhasil mengamankan 100 ribu butir dobel L dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk memproduksi pil ilegal.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penangakapan Negro berhasil dilakukan setelah sebelumnya polisi mengamankan Danang Dwi Septian, 34, dan Sugeng Prambono, 31, pada Sabtu lalu di Dusun Bringin, Desa Wonosari, Pagu. Keduanya merupakan tenaga pemasar pil yang diproduksi oleh Negro.
Dari tangan pria asal Desa Wonosari, Pagu, dan Desa Paron, Ngasem itu, polisi mengamankan 20.500 butir dobel L yang dikemas dalam 21 bungkus plastik. Tim Satresnarkoba Polres Kediri juga mengamankan ponsel merk Oppo milik Danang.
Baca Juga: Ini Cerita Raffael, Bocah SD yang Tewas Tenggelam di Mata Kerabat dan Tetangga
Dari keterangan dua pria itulah, polisi lantas membongkar ‘bunker’ dobel L milik Negro yang ada di Desa Sanggrahan, Prambon. “Kami mendapat informasi jika tersangka (Negro, Red) memiliki rumah yang digunakan untuk memproduksi dobel L di Nganjuk,” kata Kasatreskoba Polres Kediri AKP Roni Robi Harsono.
Tak menunggu lama, Sabtu (1/7) siang tim buser langsung menggerebek rumah yang disewa pria asal Dusun Joho, Desa Sumberjo, Ngasem tersebut. Di sana, polisi menemukan 100 ribu butir pil dobel L yang baru saja diproduksi. Polisi juga mengamankan sejumlah peralatan untuk membuat pil. “Menurut pengakuan tersangka, peralatan untuk membuat pil itu dibeli secara online,” lanjut Roni tentang alat yang dibeli dari Bandung, Jawa Barat itu.
Kepada polisi, Negro mengaku baru saja memproduksi dobel L sendiri. Meski demikian, Roni dan anggotanya tidak begitu saja percaya. Apalagi, Negro pernah dipenjara pada 2017 lalu untuk kasus yang sama. Yakni, pembuatan dobel L dengan skala yang lebih kecil. Kala itu, produksi LL buatannya juga tidak sebanyak sekarang.
Baca Juga: Kadung Viral, Eh Ternyata Abal-Abal
Setelah mendekam di penjara selama empat tahun, agaknya dia tidak kapok. Jika semula membuat pil dobel L secara sederhana, kini Negro justru menggunakan alat yang lebih canggih lagi. Dalam sekali produksi bisa menghasilkan 100 ribu butir dobel L.
Berapa harga dobel L buatan Negro? Menurut Roni, pil dengan komposisi yang asal-asalan itu dijual tak ubahnya obat keras pabrikan. “Biar nggak ketahuan kalau itu buatan rumahan,” terangnya sembari menyebut seribu butir dobel L dijual hingga ratusan ribu rupiah.
Sumber lain koran ini menyebutkan, Negro bukan pelaku baru narkoba. “Dia itu TO Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk,” tutur sumber koran ini sembari menyebut sebelum sempat ditangkap oleh Polres Nganjuk sudah keduluan oleh Polres Kediri.
Masih menurut sumber tersebut, Negro memindah ‘bunker’ dobel L miliknya pada Ramadan atau April lalu ke Nganjuk. Selain di Prambon, dia juga pernah menyewa rumah di Ngronggot untuk memproduksi dobel L. “Dia itu pindah-pindah. Begitu kelompoknya tertangkap (polisi, Red) dia langsung pindah lagi (tempat produksi dobel L, Red),” paparnya.
Baca Juga: Persik Kediri Pinjamkan Sutan Zico dan Roger Bichario ke Persipa Pati
Terkait pil LL yang diproduksi Negro, menurut sumber ini komposisinya asal-asalan. Obat dengan nama lain trihexyphenidyl itu dibuat dari alkohol, ethanol, methanol, dan tepung. “Aslinya ya tidak terbuat dari itu,” jelas sumber yang tidak bersedia namanya dikorankan itu.
Sementara itu, setelah mengamankan Negro dan dua karyawan bagian pemasarannya, Satresnarkoba Polres Kediri masih terus mengembangkan kasus tersebut. Terutama untuk membongkar jaringan di atasnya. “Belum bisa kami ungkapkan detailnya,” tandas Roni.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah