Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Makanan Western yang Berasa Nusantara

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 3 Juli 2023 | 17:07 WIB

 

 

Photo
Photo

Menu-menu yang disajikan di Toneeto’s Kitchen and Coffee ini semuanya western food. Namun, cita rasanya dibuat cocok dengan lidah Indonesia. Karena beraroma nusantara.

Oma Biefstuk, Steak dengan Resep Turun-temurun
Oma Biefstuk tak sekadar beefsteak. Bistik dari daging sapi ini bisa disantap di segala usia. Tentu saja butuh menu khusus dalam memasaknya.

“Menu satu ini sebenarnya peninggalan penjajahan Belanda. Yang dipertahankan hingga sekarang,” kata Yunan Masduki, supervisor Toneeto’s and Coffee.

Sebagai western food yang familiar, steak memang banyak disuka. Cara pengolahan dengan memanggang membuat aroma wangi smoky-nya menggoda selera. Bila merunut sejarahnya, jenis makanan ini merupakan santapan para bangsawan di abad 15. Dalam perkembangannya, menu ini kini dinikmati oleh semua kalangan.

Lalu, apa yang membuat Oma Biefstuk berbeda dari biefstuk yang lain? “Resepnya berbeda. Kami gunakan resep yang sudah turun-temurun,” terang Yunan.

Yang membuat beda, daging sapinya dari lokal. Yang  cocok dengan lidah orang Indonesia. “Jika steak lain biasanya menggunakan daging Australia,” sambungnya.

Yang khas lagi, rempah-rempahnya. Rempah yang digunakan merupakan rempah pilihan. Yang sangat beraroma Nusantara. Pantas bila akhirnya disebut western food yang bercita rasa Nusantara.

Tak hanya itu, ada teknik khusus dalam mengolah. Bagian tenderloin sapi lokal yang terkenal empuk dimasak dengan bumbu-bumbu. Dan, ini yang membuat beda, prosesnya memakan waktu tiga hari. “Agar bumbu meresap dengan sempurna,” tegasnya.

Selain bumbu yang bisa meresap sempurna, proses berhari-hari itu menjadikan tekstur dagingnya lembut. Inilah rahasianya hingga Oma Biefstuk bisa dikonsumsi usia muda hingga lansia.

Bagaimana dengan rasa? Daging yang empuk ini bila dikunyah terasa gurih. Lebih nikmat lagi karena dikombinasikan dengan sayuran. “Ada buncis, wortel, kentang, dan acar timun,” jelasnya.

Sayuran yang ditumis dengan bawang putih tersebut dimasak tak terlalu matang. Hingga terasa kruncy. Bila dimakan dengan daging maka terasa balance.  Kian lengkap karena disertai keripik kentang dan telur rebus. Membuat nutrisi makanan ini lengkap. Mulai protein, karbohidrat, hingga vitamin.

Photo
Photo

Ayam Bakar Dimasak ala Bistik
Bila mendengar nama menu ayam bakar, yang terbayang adalah menu khas Nusantara. Tapi, ayam bakar dari Toneeto’s Kitchen and Coffee ini berbeda. Karena ayam bakarnya dimasak seperti halnya bistik. Dengan proses memasak yang lama dan bumbu melimpah.

“Memasaknya, daging ayam ini direndam dulu dengan rempah-rempah,” terang Yunan.

Setelah tahap marinasi, proses selanjutnya adalah pembakaran. Yang dilakukan sebelum dihidangkan. Inilah yang khas, karena aroma yang smoky langsung tercium.

Resep ini juga warisan turun-temurun. Dengan bumbu rempah pilihan. Menciptakan paduan rasa gurih dan manis. Proses memasak yang lama membuat bumbu meresap sempurna dengan daging yang empuk.

Yang khas lagi, daging ayam yang digunakan dari pejantan. Yang dagingnya lebih padat dan terasa juicy.

Ketika menghidangkan, ayam bakar ini didampingi tiga pilihan sambal. Sambal matah, sambal kecap, dan sambal tomat. Dari ketiganya, paling banyak disukai adalah sambal matah, yang terbuat dari potongan cabai rawit, bawang merah, serai, dan daun jeruk. Sebab rasa gurih dan manis sangat cocok dipadukan dengan sambal matah yang segar.

Rasa Nusantaranya akan kental karena paduan dengan urap-urap dan buah segar. Untuk urap-urap, kelapa yang digunakan tidak disangrai terlebih dahulu. Parutan kelapa yang segar ini dicampurkan dengan sayuran rebus. “Buah segar ini selalu ada. Bisa nanas atau semangka,” terang Yunan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Western #nusantara #makanan