KEDIRI, JP Radar Kediri–Para penyelundup narkoba tak pernah kehabisan akal. Setelah upaya menyembunyikan barang terlarang itu terendus X-Ray, kini mereka menggunakan modus baru. Yakni, dengan mencampur dobel L secara langsung ke makanan. Dalam pemeriksaan Sabtu (24/6) lalu, mereka berhasil menemukan kue tart dan telur dadar rasa dobel L.
Kalapas Kelas IIA Kediri M. Hanafi mengungkapkan, kecurigaan akan makanan yang mengandung narkoba itu terungkap saat sang kurir tidak mau mencicipi makanan yang akan dikirim untuk narapidana narkoba di dalam penjara. “Kami ambilkan sampel, diminta mencicipi mereka tidak mau,” kata Hanafi.
Karenanya, dia lantas meminta petugas untuk memakan sampel kue tar dan telur dadar yang sedianya dikirim untuk narapidana di sana. Hasilnya, ada tiga petugas yang menurut pria asal Madura itu langsung nggliyeng. “Setelah dites urine ternyata mereka dinyatakan positif,” lanjutnya.
Baca Juga: Bahaya Stres yang Berujung Bunuh Diri, Ini Penjelasan Psikolog
Dari sana, petugas lapas lantas melakukan pendalaman. Hasilnya, narapidana mengakui jika kue tart dan telur dadar itu sudah dicampur dobel L yang dihancurkan. “Narapidana (yang sedianya menerima kue tart dan telur dadar, Red) sudah kami masukkan sel isolasi,” terang Hanafi sembari menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan untuk melayar atau memindah narapidana yang terlibat ke lapas di daerah terpencil.
Hanafi menegaskan, kecurigaan petugas kepada barang-barang yang terindikasi dicampur narkoba itu tidak ujuk-ujuk. Melainkan, muncul setelah mereka mendapat informasi jika telur dadar dari luar (kiriman kerabat untuk narapidana, Red) itu harganya mahal. “Dari sana muncul pertanyaan dan kecurigaan (adanya kandungan narkoba, Red),” paparnya.
Kecurigaan petugas bertambah setelah melihat kondisi narapidana yang baru mengonsumsi makanan tersebut. Karenanya, setelah paket diterima Sabtu (24/6) lalu, narapidana yang sedianya menerima barang dites urine. “Hasilnya juga positif (narkoba, Red),” tegasnya.
Baca Juga: Dinas P3AP2KB Kota Kediri dan BKKBN Provinsi Jatim Gelar Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas, Ini Targetnya
Menindaklanjuti hal itu, Hanafi menyebut pihaknya langsung memperketat pemeriksaan barang atau makanan yang akan diantar untuk para narapidana. Dengan modus baru itu, semua makanan akan diteliti secara mendalam. “Mohon maaf kepada masyarakat (makanan untuk narapidana, Red) terpaksa kami periksa, atau kadang diacak-acak untuk memastikan tidak ada narkoba,” imbuhnya.
Apakah lapas akan melarang kerabat narapidana mengantar kue tart dan makanan tertentu ke lapas? Hanafi menyebut pihaknya tidak bisa melakukan hal itu. Sebab, narapidana punya hak untuk mendapatkan kiriman makanan. “Yang bisa kami lakukan ya dengan meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemeriksaan. Yang kedapatan berusaha menyelundupkan narkoba akan kami layar,” tandasnya.
Terpisah, Kasatresnarkoba Polres Kediri Kota AKP Ipung Herianto yang dikonfirmasi tentang temuan kue tart bercampur dobel L di Lapas Kelas II A Kediri membenarkannya. “Nggih ada, untuk info lebih lanjut besok (hari ini, Red),” terangnya lewat WhatsApp.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah