KEDIRI, JP Radar Kediri-Keteledoran Mochammad Zhofi, 21, harus dibayar mahal. Pria yang bekerja di toko alat elektronik di Desa Cerme, Grogol itu kehilangan ponsel yang diletakkan di dasbor motor, pada Kamis (22/6) pagi. Aksi pelaku yang tidak dikenal itu terekam Closed Circuit Television (CCTV).
Pencurian berawal Ketika Zhofi yang pagi itu membenahi mesin cuci milik pelanggan di Dusun Semba, Desa/Kecamatan Grogol, harus kembali ke toko. “Ada alat yang kurang (untuk servis mesin cuci, Red), jadi saya ambil ke toko,” kata Zhofi saat ditemui koran ini.
Setibanya di toko, Zhofi memarkir motor Honda Scoopy yang dikendaraidan meletakkan ponsel miliknya di dasbor. Dia sengaja tak membawa ponsel Redmi Note 7 miliknya masuk ke toko. Alasannya, Zhofi hanya butuh waktu sebentar untuk mengambil alat.
Di saat bersamaan, rupanya ada seorang pria yang masuk ke toko. Kepada Zhofi, dia menanyakan nama toko. Selanjutnya, pria yang memakai baju seperti sales itu mengajaknya untuk wefie. “Saya pikir dia memang sales karena bajunya seperti sales-sales itu,” lanjutnya.
Berpikir jika orang yang masuk ke toko itu sales, Zhofi sama sekali tidak menaruh curiga. Demikian juga saat pria yang ada di dekatnya itu seolah sibuk menerima telepon di dekatnya. “Setelah telepon itu dia langsung pergi,” terangnya.
Zhofi baru curiga dengan pria tersebut setelah dia kembali ke motor dan mendapati ponsel yang ada di dasbor sudah raib. Sadar telah menjadi korban pencurian, dia lantas meminta agar CCTV yang ada di area toko diputar.
Saat itulah Zhofi mengetahui jika pelaku pencurian adalah orang yang sempat menanyakan nama toko tersebut. Dalam rekaman CCTV terlihat jika aksinya menerima telepon itu hanya pura-pura. Sebab, sembari menerima telepon dia sibuk celingak-celinguk mengamati situasi. “Sebelumnya juga tidak ada dering (telepon, Red),” paparnya.
Setelah mengamati kondisi, pelaku sempat hendak mengambil ponsel di dasbor tetapi diurungkan. Sesuai rekaman CCTV, dia memilih kembali mengamati situasi. Begitu dipastikan orang-orang di sekitarnya tak memperhatikan, dia langsung mengambil ponsel yang diletakkan di dasbor motor warna merah itu.
Sejurus kemudian, pria yang mengendarai motor Yamaha NMax warna hitam ini langsung meninggalkan lokasi. Akibat kejadian tersebut, Zhofi mengaku merugi sekitar Rp 700 ribu.
Terpisah, Fery Alwana, 34, anak dari pemilik toko menuturkan, pelaku belum pernah datang ke toko tersebut sebelumnya. “Sempat tak capture (foto pelaku, Red) tak tanyakan ke sales-sales, mereka nggak ada yang kenal,” urai Fery.
Sementara itu, Kapolsek Grogol AKP Widodo yang dikonfirmasi koran ini mengaku belum menerima laporan tentang kejadian tersebut. “Sudah kami tanyakan (petugas) piket tidak ada laporan pencurian HP di Cerme,” beber Widodo dibenarkan Zhofi yang hingga kemarin masih kebingungan dan belum melapor ke polisi.
Editor : Anwar Bahar Basalamah