Diduga Dipicu Runtuhnya Glester, Lebiih dari 1.400 Orang Hilang akibat Banjir Bandang di Nepal-China

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Pemandangan pascabanjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok pada 26 Agustus 2026 di Nuwakot, Nepal. (Anadolu Agency /pri)
Pemandangan pascabanjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok pada 26 Agustus 2026 di Nuwakot, Nepal. (Anadolu Agency /pri)

JP Radar Kediri – Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang dan ratusan lainnya tewas, menyusul banjir bandang dan longsor dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di sepanjang perbatasan antara Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China, menurut keterangan otoritas setempat pada Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Usai Kerusuhan, Nepal Pilih Perdana Menteri Baru lewat Aplikasi Discord! Ini Profil dan Jejak Sushila Karki

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung sehari setelah bencana tersebut terjadi, yang menurut sejumlah laporan awal kemungkinan dipicu oleh runtuhnya gletser. Hingga kini, jumlah korban tewas dari kedua sisi perbatasan telah melampaui 390 orang.

Wisatawan dari Lebih 30 Negara Termasuk yang Hilang

Otoritas pariwisata Nepal mengungkapkan bahwa di antara mereka yang hilang turut terdapat wisatawan asing dari lebih dari 30 negara, termasuk India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat. Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah hilangnya satu keluarga asal Jepang beranggotakan lima orang, termasuk anak-anak, yang diketahui memasuki wilayah Nepal dari sisi China. Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu telah meminta otoritas setempat untuk turut mencari keberadaan keluarga tersebut, yang diduga tengah melakukan perjalanan wisata dalam sebuah rombongan tur.

PM Jepang Sampaikan Belasungkawa kepada Presiden Xi dan PM Nepal

Merespons tragedi ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan pesan belasungkawa kepada Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, serta Perdana Menteri Nepal Balendra Shah. Dalam pesannya, Takaichi menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga para korban, sekaligus berharap proses pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana dapat berlangsung secepat mungkin.

Analisis Satelit: Gletser Selebar 1 Km Runtuh Sejauh 1,2 Km

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Hidenori Watanabe, profesor di Universitas Tokyo, sebagian gletser dengan lebar sekitar 1 kilometer dan panjang 2 kilometer diduga runtuh dan bergerak sejauh sekitar 1,2 kilometer hingga mencapai dasar lembah. Peristiwa inilah yang diyakini memicu banjir bandang dahsyat di kawasan tersebut.

Baca Juga: China Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Jepang di Tengah Memanasnya Ketegangan soal Taiwan

Sungai Bhotekoshi Meluap, Rusak Rumah dan PLTA

Akibat kejadian tersebut, Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, meluap hebat dan merusak berbagai infrastruktur, termasuk rumah-rumah warga dan sebuah pembangkit listrik tenaga air di kawasan itu.

Tiga Tewas dan 550 Hilang di Shigatse, Tibet

Sementara itu, dari sisi China, kantor berita Xinhua melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 550 lainnya masih belum diketahui keberadaannya, menyusul longsor yang terjadi di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet.

Indonesia Sampaikan Bela Sungkawa, Pastikan Tak Ada WNI Terdampak

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebelumnya telah menyampaikan bela sungkawa atas bencana ini, sekaligus memastikan bahwa hingga kini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tercatat menjadi korban dalam insiden banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal-China tersebut.

Baca Juga: Delapan Jenazah Korban Banjir Bandang Arfak Berhasil Diidentifikasi, Tim DVI Terus Bergerak

Editor : Shinta Nurma Ababil
Perbatasan Nepal-china Glester banjir bandang tragedi