JP Radar Kediri - Aktor muda asal China, Tian Xu Ning, baru-baru ini mengalami insiden tidak menyenangkan saat berada dalam penerbangan domestik dari Changsha ke Fuzhou, 8 Juli lalu.
Saat pesawat milik Xiamen Airlines bersiap mendarat, sekelompok fans fanatic atau yang lebih dikenal dengan istilah sasaeng, tiba-tiba menyerbu kursi Tian di kelas bisnis.
Kekacauan sempat terjadi ketika beberapa penumpang nekat menerobos batas kelas ekonomi dan mencoba mendekati aktor 27 tahun tersebut.
Video insiden yang beredar luas di media sosial Tiongkok memperlihatkan kegaduhan di sekitar kursi 11L, tempat Tian duduk.
“Jangan ke depan! Pesawat belum berhenti!” teriak salah satu pramugari sambil berusaha menenangkan suasana.
Tiga kru kabin sigap menarik tirai pemisah dan meminta penumpang kembali ke tempat duduk masing-masing.
Meski suasana memanas, Tian terlihat tetap diam dan tak memberikan reaksi apa pun.
Pemeran utama serial populer Revenged Love itu diketahui memang tengah naik daun usai drama tersebut tayang awal tahun ini.
Diduga, aksi para fans dipicu oleh rumor yang menyebut Tian telah menikah dan memiliki anak. Rumor yang langsung dibantah oleh pihak agensi, Huace Media, setelah kejadian itu.
“Tian Xu Ning masih bujang dan tidak memiliki anak. Kami mohon hentikan spekulasi yang tidak berdasar,” tegas pernyataan resmi dari agensi.
Ternyata, ini bukan kejadian pertama Tian mengalami gangguan dari fans berlebihan.
Dalam penerbangan berbeda sebelumnya, ia bahkan diteriaki dengan tudingan personal, termasuk desakan untuk memutuskan hubungan dengan sosok wanita yang tidak jelas identitasnya.
Insiden ini memicu kecaman dari publik dan netizen. Banyak yang menyayangkan sikap fanatik yang berlebihan dan mengabaikan keselamatan penerbangan.
“Idola juga manusia. Mereka butuh ruang untuk bernapas,” tulis salah satu pengguna di platform Weibo.
Pakar hukum Tiongkok mengingatkan bahwa tindakan semacam ini bisa digolongkan sebagai pelanggaran terhadap keamanan penerbangan.
Pelaku bisa dikenai denda hingga 200 Yuan atau hukuman penjara maksimal 10 hari. Jika dinilai membahayakan keselamatan penerbangan, maka hukuman bisa masuk ranah pidana.
Saat ini, belum ada laporan lanjutan mengenai penanganan para pelaku di pesawat tersebut.
Namun pihak agensi menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum demi menjaga privasi dan keamanan sang artis.
Penulis: Marta Ulin Nuha
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira