Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kerusuhan Los Angeles Tiga Hari Berturut-turut, Trump Kerahkan Ribuan Tentara! Warga: Kami Bukan Penjahat!

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 10 Juni 2025 | 18:10 WIB

Selama tiga hari berturut-turut, ratusan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat keamanan di pusat kota Los Angeles.
Selama tiga hari berturut-turut, ratusan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat keamanan di pusat kota Los Angeles.
LOS ANGELES – Kota Los Angeles, Amerika Serikat, berubah menjadi medan ketegangan selama tiga hari berturut-turut.

Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan, memprotes keras kebijakan penggerebekan imigrasi yang dilakukan oleh lembaga federal ICE (Imigrasi dan Bea Cukai) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai pada Jumat (6/6), berubah menjadi ricuh hingga Minggu malam (8/6).

Massa berkumpul di sekitar gedung federal pusat kota Los Angeles, menyerukan penolakan terhadap penggerebekan yang dianggap meresahkan dan mencederai hak-hak kemanusiaan para imigran, termasuk mereka yang sudah tinggal secara legal.

Baca Juga: Menghitung Hari Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 Segera Diumumkan, Ribuan Honorer Deg-Degan Menanti Kabar Gembira!

Situasi memanas saat aparat keamanan mulai menembakkan gas air mata ke arah massa yang menolak dibubarkan.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Puluhan orang ditangkap, namun para pengunjuk rasa tetap bertahan dan menolak mundur, menunjukkan solidaritas terhadap komunitas yang merasa terancam.

Salah satu pengunjuk rasa, Nabil Shukir, menyatakan bahwa kehadiran mereka di jalanan bukan sekadar reaksi emosional, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk membela sesama.

“Kami bukan hanya berdiri di sini untuk keluarga kami sendiri, tapi untuk seluruh komunitas. Kami tidak bisa diam melihat ketidakadilan seperti ini terjadi,” ujarnya kepada media lokal ABC7 dikutip Radar Kediri.

Baca Juga: ASN dan TNI Polri Harap Sabar, Sudah Seminggu Gaji ke-13 Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemenkeu!

Merespons gelombang unjuk rasa dan eskalasi ketegangan, Presiden Trump langsung memerintahkan pengerahan 2.000 personel Garda Nasional ke wilayah Los Angeles.

Gedung Putih menyebut langkah itu penting untuk mengendalikan apa yang disebut sebagai “pelanggaran hukum yang dibiarkan terus berkembang tanpa penanganan.”

Namun langkah Trump ini justru memicu kemarahan pejabat negara bagian. Gubernur California Gavin Newsom secara terbuka menolak pengerahan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan pencitraan politik semata.

“Ini bukan soal keamanan. Ini soal tontonan. Pemerintah pusat ingin pertunjukan dramatis untuk menunjukkan kekuasaan,” kata Newsom dalam pernyataan resminya.

Nada serupa disampaikan Wali Kota Los Angeles, Karen Bass. Melalui akun X (dulu Twitter), ia menegaskan bahwa pengerahan tentara hanya menambah rasa takut dan menciptakan ketegangan di tengah masyarakat.

“Ketakutan yang dirasakan warga kota kami bukan isapan jempol. Itu nyata, terasa di setiap sudut lingkungan. Ini bukan yang kami butuhkan,” tulisnya, sembari mengimbau warga agar tetap damai.

Baca Juga: RESMI! Honorer Diangkat Jadi PPPK Mulai Juni 2025, Simak Daftar yang Langsung Lolos Tanpa Tes Tambahan!

Di tengah kekacauan tersebut, Fidel Gomez, warga setempat yang pamannya ditangkap dalam aksi, memperingatkan bahwa hari ini mungkin giliran imigran, namun ke depan, siapa pun bisa menjadi korban.

“Hari ini mereka menangkap imigran. Besok, siapa tahu? Setiap orang yang bersuara berbeda bisa dianggap ancaman. Kita harus sadar sebelum terlambat,” ucapnya penuh emosi.

Menurut laporan terakhir, pasukan Garda Nasional akan berjaga di wilayah Los Angeles County setidaknya selama 60 hari ke depan, tergantung pada situasi keamanan dan keberlanjutan aksi demonstrasi.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kerusuhan los angeles #Los Angeles Amerika Serikat #kebijakan trump