JP Radar Kediri – Saat ini, media sosial menjadi salah satu platform digital terbesar yang memungkinkan penggunanya untuk terhubung dengan orang lain tanpa terkendala jarak, waktu, maupun batas geografis.
Komunikasi digital sendiri mulai berkembang sejak awal tahun 2000-an dan terus mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Berbagai perubahan pun dilakukan di banyak platform media sosial dengan tujuan mempermudah pengguna dalam berinteraksi satu sama lain.
Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan dari keberadaan media sosial mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bahkan, CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa era berjejaring melalui media sosial telah berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Mark saat memberikan kesaksian dalam sidang gugatan antimonopoli yang diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat terhadap Meta, pada Senin (12/5) lalu.
FTC menilai bahwa Meta telah melakukan monopoli ilegal dengan mengakuisisi WhatsApp dan Instagram—dua aplikasi yang memiliki sistem berbasis pertemanan dan dinilai terlalu mirip dengan Facebook. Atas dasar itu, FTC meminta pengadilan untuk memaksa Meta melepas kepemilikan atas kedua aplikasi tersebut, yang kini masing-masing memiliki miliaran pengguna.
Dalam kesaksiannya, Mark menjelaskan bahwa saat ini Instagram dan Facebook tidak lagi berfokus pada fitur 'pertemanan', yang sebelumnya menjadi prioritas utama perusahaan. Kedua aplikasi tersebut kini telah beralih fungsi menjadi ruang hiburan bagi para penggunanya.
Menurut Mark, hanya sekitar 20 persen pengguna Facebook dan 10 persen pengguna Instagram yang melihat konten dari teman mereka—baik berupa foto, video, maupun pesan. Sebagian besar pengguna justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi konten yang sesuai dengan minat mereka, meskipun konten tersebut berasal dari akun yang tidak mereka ikuti.
Jika diperhatikan, dalam beberapa waktu terkahir, Facebook dan Instagram telah melakukan perubahan. Algoritma kedua aplikasi tersebut kini mulai berubah, di mana halaman utama akan lebih banyak menampilkan konten yang diminati pengguna, bukan lagi semata-mata berdasarkan hubungan pertemanan.
Menurutmu, apakah era berjejaring melalui media sosial benar-benar telah berakhir seperti apa yang disampaikan oleh Mark Zuckerberg?
Penulis: Nabila Syifa
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira