Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Demo Black Lives Matter Berujung Petaka, Mahasiswa Indonesia Diusir dari Amerika?

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 15 April 2025 | 20:13 WIB
Black Lives Matter
Black Lives Matter

JP Radar Kediri - Seorang mahasiswa asal Indonesia mengalami pencabutan visa dan ditahan oleh pihak Imigrasi Amerika Serikat (ICE) setelah diduga terlibat dalam aksi protes gerakan Black Lives Matter. Insiden ini terjadi di negara bagian Minnesota dan menjadi sorotan publik karena diduga berkaitan dengan pandangan politik mahasiswa tersebut.

Menurut laporan CBS News yang diakses pada Senin (14/4/2025), mahasiswa bernama Aditya Harsono (33) ditangkap oleh agen ICE di Marshall, Minnesota, hanya beberapa hari setelah visa pelajarnya (F-1) secara tiba-tiba dicabut.

Pengacaranya, Sarah Gad, menyatakan bahwa pencabutan visa tersebut dipicu oleh pelanggaran ringan yang terjadi pada tahun 2022, yakni tuduhan kerusakan properti. Meski begitu, ia menduga ada unsur politis dalam kasus ini mengingat Harsono pernah mengikuti demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap pembunuhan George Floyd.

Baca Juga: Imbas Perang Dagang, Pemerintah China Larang Warganya Liburan ke Amerika Serikat

“Visa Aditya dicabut pada 23 Maret, dan empat hari setelahnya, ia ditahan oleh agen ICE berpakaian sipil,” ujar Gad. Ia menambahkan bahwa kasus kerusakan properti yang disebutkan tersebut sebenarnya telah dibatalkan oleh jaksa demi kepentingan keadilan.

Gad juga menyoroti tren kekhawatiran atas nasib pelajar internasional di AS yang memiliki visa F-1, karena adanya potensi tekanan terhadap kebebasan berpendapat dan ekspresi politik.

Proses hukum Harsono pun semakin rumit, karena Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kini menantang jaminan pembebasan dirinya. Padahal, saat sidang imigrasi yang digelar Kamis (10/4), ia sempat diberi kesempatan untuk bebas sementara.

Saat ini, proses pengajuan perubahan status imigrasi tengah berlangsung. Sang istri, Peyton, telah mengajukan permohonan Formulir I-130 agar Harsono bisa menjadi penduduk tetap (green card). Meski demikian, Harsono masih berada dalam tahanan imigrasi hingga Kamis malam.

 

Penulis: Kemal Fahreza Jibran

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#visa #black lives matter #amerik serikat