KEDIRI, JP Radar Kediri - Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu berjalan mulus. Sebab menyatukan dua kepala bukan hal yang mudah. Mengingat setiap orang punya karakter sendiri yang sudah ada sejak lahir.
Kesulitan menyatukan dua kepala itu juga terjadi di rumah tangga Kang Dalbo dan Yu Minthul. Rumah tangga mereka terpaksa hancur karena prinsip hidup sudah mulai goyah. Bahkan kedua anaknya harus menjadi korban atas keputusan orang tuanya itu.
“Kami berdua punya kepribadian dan hobi yang berbeda,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri memulai percakapan.
Baca Juga: Bojone Kumat, Kang Dalbo Jaluk Pegat
Meskipun sudah mengetahui perbedaan tersebut keduanya tetap melanjutkan hubungannya dengan alasan saling melengkapi. Padahal dari awal sudah terdapat perbedaan yang kontras.
Yaitu Kang Dalbo yang terbiasa berpetualang di alam. Sedangkan Yu Minthul merupakan anak rumahan yang tidak terlalu suka diajak keluar rumah.
“Aku pernah dilokne kuper (kurang pergaulan, Red). Wong tuwaku sing krungu lara ati, tapi aku menganggapnya biasa wae,” gerutu Yu Minthul.
Baca Juga: Sudrun Minum Anggur, Yu Minthul Kabur
Menjalin hubungan pacaran selama 1,5 tahun membuat Yu Minthul cukup percaya jika Kang Dalbo mampu menjadi imam yang baik untuk keluarganya. Tak heran ketika Kang Dalbo ngajak rabi Yu Minthul langsung gelem.
Meskipun butuh effort untuk meyakinkan dan mendapat restu dari orang tua Yu Minthul. “Aku ngeyel rabi mergo ileng umur, gelem gak gelem wong tuwaku manut aku. Akhire mereka mengizinkan,” beber Yu Minthul.
Singkat cerita keduanya pun menikah, memasuki usia pernikahan ke lima, rumah tangga Yu Minthul dan Kang Dalbo terpaksa selesai karena persoalan sepele. Yaitu kurangnya komunikasi.
Baca Juga: Bojone Kemayu, Yu Minthul Mlayu
Ketika libur bekerja Kang Dalbo lebih senang berpergian baik ke alam maupun tempat-tempat viral. Sedangkan Yu Minthul lebih memilih recharge energy dengan berdiam diri di rumah.
“Awale ya gak jadi masalah. Tapi suwe-suwe saling memendam dan akhirnya muncul kemarahan tersebut. Bojoku ngomong yen aku perempuan pembangkang tak mau ikut perintah suami,” terang Yu Minthul.
Ketika marah Yu Minthul pun memilih pergi dari rumah. Sikap itu membuat Kang Dalbo semakin naik pitam. Dia merasa tak dihargai keberadaannya oleh bojone. Akhire deweke melu nesu pisan. “Wes ora enek sing gelem ngalah. Aku milih pegatan wae, mumpung anakku masih kecil- kecil,” pungkasnya.
Baca Juga: Ditinggal Tugas, Yu Minthul Gragas
Ini juga menjadi pengingat bagi perempuan yang belum menikah. Jika sudah disibukkan dengan dunia kerja pilihlah laki-laki yang banyak memahami bukan menuntut. Sehingga ketika prinsip itu tak lagi sejalan, cari penyelesaiannya bukan pelarian ke perempuan lain.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri