Polres Kediri Dorong Polisi Tak Hanya Jaga Kamtibmas, tapi Ikut Rawat Tradisi Lokal

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB
Polres Kediri saat menaiki cikar bersama para pejabat. (Foto Polres Kediri)
Polres Kediri saat menaiki cikar bersama para pejabat. (Foto Polres Kediri)

JP Radar Kediri —Peran kepolisian di tengah masyarakat tak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban.

Dalam Parade Cikar Pemkab Kediri ke-V 2026, Sabtu (22/8), Polres Kediri turut hadir untuk mendukung pelestarian tradisi lokal sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Mewakili Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kabaglog Polres Kediri Kompol Kus Sumardi mengikuti langsung rangkaian parade.

Kegiatan tersebut mengambil rute dari Taman Arca Totok Kerot hingga Bank BPD Kabupaten Kediri.

Kus Sumardi bersama unsur Forkopimda dan kepala OPD Kabupaten Kediri mengikuti perjalanan menggunakan cikar.

 Pemberangkatan parade ditandai pemukulan gong oleh Sekda Kabupaten Kediri Mohamad Solikin Kehadiran polisi dalam kegiatan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.

Menurut Kus Sumardi, ruang interaksi antara polisi dan masyarakat tidak harus selalu terbentuk melalui kegiatan yang berkaitan dengan keamanan.

Kegiatan budaya juga menjadi sarana penting bagi polisi untuk hadir, berkomunikasi, sekaligus memahami kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga: Polres Kediri, Pemkab Kediri dan Kodim 0809 Kediri Gelar FGD Kebangsaan, Soroti Polarisasi di Ruang Digital

“Kedekatan dengan masyarakat perlu dibangun di banyak ruang. Ketika komunikasi berjalan baik, kepolisian juga lebih mudah memahami apa yang tumbuh dan berkembang di tengah warga,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan polisi dalam kegiatan budaya juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat mempertahankan tradisi daerah.

Sebab, keberadaan tradisi akan lebih kuat ketika mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk aparat keamanan.

“Tradisi akan terus hidup ketika masyarakat masih merasa dekat dan punya ruang untuk terlibat. Parade seperti ini memberi kesempatan bagi generasi sekarang untuk mengenal budaya daerah dengan cara yang lebih nyata,” jelasnya.

Dalam Parade Cikar ke-V tersebut, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik.

Bagi Polres Kediri, keterlibatan dalam kegiatan semacam ini menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga lingkungan sosial.

Kehadiran polisi di tengah kegiatan budaya sekaligus menunjukkan bahwa menjaga keamanan dapat berjalan beriringan dengan merawat identitas lokal.

Dengan komunikasi yang terbangun secara langsung, kepolisian berharap hubungan dengan masyarakat semakin kuat dan kondusifitas Kabupaten Kediri tetap terjaga.

Editor : Andhika Attar Anindita
lestarikan budaya pemkab kediri kecamatan ngasem polres kediri slg