JP Radar Kediri – Momentum libur sekolah diminta menjadi perhatian serius bagi pengelola sekolah untuk meningkatkan sistem keamanan.
Wakapolres Kediri Kompol Hary Kurniawan mengingatkan bahwa aktivitas sekolah yang berkurang selama masa liburan dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencurian apabila pengamanan tidak diperketat.
Imbauan tersebut disampaikan usai konferensi pers ungkap kasus 3C di Mapolres Kediri, Selasa (30/6).
Menurut Kompol Hary Kurniawan, tindak pidana umumnya terjadi karena adanya niat dan kesempatan.
Baca Juga: Polres Kediri Ungkap Lima Kasus 3C, Wakapolres Soroti Kelalaian Korban Tinggalkan Kunci Motor
Saat libur sekolah, lingkungan sekolah cenderung lebih sepi karena tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun siswa yang beraktivitas di dalam area sekolah.
"Suatu tindak pidana terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Saat libur sekolah, tingkat kerawanan otomatis meningkat karena aktivitas di sekolah berkurang, siswa tidak ada, gurunya juga tidak seperti hari biasa. Di situlah pelaku melihat adanya kesempatan," ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau setiap sekolah tetap menempatkan petugas penjaga selama masa libur agar lingkungan sekolah tetap terpantau.
Selain memastikan ada petugas yang berjaga, seluruh akses masuk menuju ruang kelas maupun ruang penyimpanan barang berharga juga harus dipastikan terkunci dengan baik.
Pihak sekolah juga disarankan menambah titik kamera pengawas atau CCTV di area yang dinilai rawan.
"Harus tetap ada penjaga yang standby. Kemudian pintu-pintu benar-benar dikunci dengan baik, dan kalau memungkinkan perbanyak CCTV. Itu upaya kita memutus kesempatan pelaku melakukan kejahatan," katanya.
Hary menambahkan, penyimpanan barang-barang berharga, termasuk uang maupun peralatan elektronik sekolah, juga perlu mendapat perhatian khusus selama masa liburan.
"Kalau memang ada uang di brankas atau barang-barang berharga, simpan dengan aman dan pastikan terkunci rapat. Meskipun ada orang yang berniat melakukan pencurian, kalau kesempatan tidak ada karena pengamanannya baik, tindak pidana bisa dicegah," tegasnya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan dua kasus pencurian dengan pemberatan oleh Satreskrim Polres Kediri, salah satunya terjadi di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Ngasem.
Dari kasus itu, pelaku membawa kabur sejumlah barang elektronik, seperti proyektor LCD, printer, dan telepon seluler, setelah masuk dengan cara mencongkel jendela sekolah.
Polres Kediri berharap pengelola sekolah menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa libur sekolah. (c2)
Editor : Andhika Attar Anindita