Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Siap Laporkan Bhayangkari Terduga Pelaku Arisan Bodong ke Polda: ini yang Sudah Mereka Lakukan 

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:22 WIB
MINTA UANG KEMBALI: Sejumlah perempuan yang menjadi korban arisan online mendatangi rumah Yes di Desa/Kecamatan Kandat kemarin. Upaya mediasi gagal dan Yes diamankan ke Polres Kediri. (Foto: Wahyu Adji)

 
MINTA UANG KEMBALI: Sejumlah perempuan yang menjadi korban arisan online mendatangi rumah Yes di Desa/Kecamatan Kandat kemarin. Upaya mediasi gagal dan Yes diamankan ke Polres Kediri. (Foto: Wahyu Adji)  

 

JP Radar Kediri–Belasan korban kasus dugaan arisan bodong, investasi, dan pinjaman bermasalah yang menyeret Yes, warga Desa/Kecamatan Kandat terus memantau perkembangan penyelidikan oleh Polres Kediri.

Tak puas hanya melapor di daerah, mereka bersiap melapor ke Polda Jawa Timur jika penanganannya dinilai tidak menunjukkan progres yang cepat.

AN, salah satu korban mengatakan, dia bersama belasan korban lain sedang membahas rencana pelaporan ke Polda Jatim.

Mereka akan berangkat ke Surabaya setelah bukti-bukti dan jumlah pelapor dirasa cukup kuat.

"Kalau di polres (Polres Kediri) lambat, kami sepakat ke Polda. Tapi harus mengumpulkan banyak orang juga," ujarnya.

Warga Kecamatan Kandat itu menegaskan, saat ini para korban sedang fokus berkoordinasi untuk mengumpulkan dokumen pendukung.

Mulai dari bukti transfer, percakapan, hingga kronologi kasus dari masing-masing korban.

Bukti-bukti tersebut akan digunakan untuk memperkuat laporan jika nantinya kasus akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Laporkan Istri Polisi Terduga Pelaku Bandar Arisan Bodong Kandat: Terlapor Dikenal Luwes, Sering Beri Barang Branded

"Yang diharapkan teman-teman kasus ini segera naik proses hukumnya," lanjut AN.

Setelah bukti-bukti terkumpul, AN dan korban lain berharap Polres Kediri bisa meningkatkan status penanganan perkara.

Apalagi, saat ini jumlah korban terus bertambah.

Kerugian yang dialami masing-masing korban juga bervariasi.

“Total mulai dari korban pinjam tidak jelas (pengembaliannya), investasi, dan arisan itu ada Rp 10 miliar lebih,” tuturnya.

Untuk diketahui, total ada 15 korban yang sudah membuat laporan resmi ke Polres Kediri.

Mereka melaporkan Yes yang juga merupakan istri oknum polisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan, penyidik Satreskrim Polres Kediri langsung memeriksa pelapor dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Di tahap penyelidikan ini, polisi mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam perkara tersebut.

Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan menegaskan, hingga kemarin anggotanya masih melakukan pengumpulan bukti.

Baca Juga: Puluhan Orang Geruduk Rumah Istri Polisi di Kediri, gara-gara ‘Tilep’ Uang Arisan hingga Miliaran? 

"Masih dalam proses penyelidikan,” beber Hari.

Sementara itu, korban arisan bodong dan pinjaman dengan komisi tinggi yang dikelola Yes disinyalir tidak hanya warga Kabupaten Kediri.

Melainkan ada juga warga Kota Kediri.

Meski demikian, hingga kemarin belum ada korban yang melapor ke Polres Kediri Kota.

“Sementara masih belum ada laporan (kasus arisan, investasi, dan pinjaman bermasalah oleh Yes),” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata.

Seperti diberitakan, kasus arisan dan investasi bodong yang membelit anggota bhayangkari itu pecah Kamis (25/6).

Puluhan perempuan menggeruduk rumah Yes di Desa Kandat, Kecamatan Kandat.

Rumah besar bercat putih di sana pun diamankan oleh anggota polisi.

Dalam pembicaraan lebih lanjut, pemerintah desa sempat melakukan mediasi.

Namun, diskusi selama beberapa jam itu tanpa hasil.

Baca Juga: Begini Pengakuan NST Terkait Arisan Jebol di Kediri, Beberkan Kronologi Versinya

Yes dan para korban tidak mendapati kata sepakat.

Yes bersedia menandatangani surat pengembalian uang di kertas bermaterai.

Namun, para korban menilai hal tersebut belum cukup.

Mereka meminta jaminan aset dari Yes sebagai bentuk kesungguhan pengembalian kerugian.

Namun, permintaan mereka tidak bisa dipenuhi.

Geram karena tidak ada penyelesaian, para korban langsung melaporkan kasus ke Polres Kediri.

Hingga Kamis (25/6) malam, total ada 15 korban yang melapor secara resmi ke Polres Kediri. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#bhayangkari #polres kediri #arisan bodong #polisi #polda jatim