JP Radar Kediri – Penanganan dugaan penipuan berkedok arisan, investasi, dan pinjaman pribadi dengan terlapor wanita berinisial Yes mulai melebar.
Polisi juga mendalami peran suami sang terlapor yang merupakan anggota kepolisian. Bila ditemukan ada pelanggaran sang suami itu juga terancam mendapat sanksi kode etik.
"Yang bersangkutan sebagai anggota Polri juga akan diperiksa oleh Sipropam. Prosesnya dilakukan sesuai aturan yang berlaku," terang Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Kediri Komisaris Polisi (Kompol) Hari Kurniawan.
Hari menegaskan, perkara ini ditangani secara profesional. Meskipun terlapor adalah istri dari anggota polisi.
"Polres Kediri akan menangani perkara ini sesuai ketentuan yang berlaku secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tidak ada perlakuan khusus. Jika memenuhi unsur pidana, tentu akan diproses sesuai hukum," tegasnya.
Saat ini penyidik Satreskrim Polres Kediri masih memeriksa Yes. Perempuan tersebut diamankan ke Mapolres Kediri usai mediasi dengan para korban di rumahnya gagal.
Polisi juga masih mendalami seluruh laporan yang telah disampaikan para korban.
Menurut Hari, berdasarkan keterangan awal, hubungan antara korban dan Yes bermula dari pertemanan.
Kedekatan tersebut membuat banyak korban mempercayakan uangnya kepada YM. Baik melalui arisan online, investasi, hingga pinjaman pribadi.
"Hubungan mereka (YM dengan para korban) sebelumnya cukup dekat sehingga muncul rasa saling percaya. Namun seluruh fakta dan alat bukti masih terus didalami penyidik," jelasnya.
Polres Kediri juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera membuat laporan polisi. Mereka diminta membawa bukti pendukung.
"Kami memfasilitasi seluruh korban yang ingin membuat laporan. Semua laporan masyarakat akan kami layani sesuai prosedur yang berlaku," imbuhnya.
Soal suami Yes yang merupakan anggota salah satu polsek jajaran Polres Kediri, Hari menegaskan yang bersangkutan juga akan diperiksa.
Yang bertugas memeriksa nanti adalah seksi profesi dan pengamanan (Sipropam). Tujuannya untuk mendalami keterlibatannya. Untuk meneliti apakah ada pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi.
Kasus ini mulai pecah Kamis (25/6). Ketika puluhan orang menggeruduk rumah Yes di Desa Kandat, Kecamatan Kandat. Mediasi berjam-jam berakhir tanpa hasil.
AN ,salah satu korban, mengungkapkan dia bersama korban lain akhirnya membuat laporan polisi setelah mediasi gagal. Sebenarnya mereka hanya meminta jaminan aset.
Sebagai bentuk kesungguhan pengembalian kerugian. Sayang, keinginan itu tak dipenuhi.
Korban kecewa karena surat pernyataan yang dibuat YM hanya bermaterai. Tanpa disertai jaminan apa pun. Padahal nilai kerugian yang diderita besar. Mereka takut kerugian sulit dipulihkan apabila terduga pelaku melarikan diri atau menghadapi persoalan hukum lainnya.
"Kami hanya minta ada jaminan. Kalau nanti terjadi wanprestasi atau dia tidak bisa memenuhi kewajibannya. Setidaknya ada aset yang bisa dipertanggungjawabkan. Tapi itu tidak diberikan," ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Orang Geruduk Rumah Istri Polisi di Kediri, gara-gara ‘Tilep’ Uang Arisan hingga Miliaran?
Karena mediasi tidak menemukan titik temu, para korban kemudian diarahkan membuat laporan polisi. Seluruh korban didata satu per satu.
Mulai dari kronologi hingga besaran kerugian yang dialami, untuk memperkuat dugaan adanya manipulasi maupun transaksi fiktif.
AN juga mengungkapkan bahwa modus yang diduga digunakan tidak hanya melalui arisan maupun investasi. Yes menawarkan berbagai cerita usaha agar korban bersedia menyerahkan uang.
Di antaranya mengaku membutuhkan modal untuk bisnis parcel, usaha kuliner, produk skincare, hingga pembelian hasil pertanian seperti jeruk dan tebu. Korban dijanjikan keuntungan atau komisi dalam waktu singkat sehingga bersedia mentransfer uang.
Menurut AN, pelaku juga memanfaatkan kedekatan dengan sejumlah orang untuk membangun kepercayaan. Bahkan, nama penyanyi Happy Asmara disebut-sebut di depan calon korban. Sebagai bagian dari cerita yang digunakan untuk meyakinkan mereka.
AN mengaku mendapat banyak cerita dari korban lain bahwa Yes beberapa kali membawa nama Happy Asmara saat meminta pinjaman uang.
Korban diyakinkan bahwa Happy Asmara melakukan penitipan uang ke YM untuk diputar sehingga menghasilkan keuntungan.
"Korban percaya karena dia mengatakan uang itu untuk kebutuhan Happy Asmara. Ada yang diminta membantu pembelian barang, ada juga yang disebut untuk pembangunan rumah. Karena merasa yang meminjam berkaitan dengan nama publik figur, akhirnya banyak yang percaya," ungkap AN.
Tak hanya itu, AN mengaku namanya juga dicatut oleh YM. Untuk meyakinkan calon korban. YM disebut mengaku bahwa AN juga menitipkan uang kepadanya untuk diputar dalam berbagai usaha. Sehingga korban semakin yakin menyerahkan dana.
"Saya baru tahu setelah korban-korban datang menemui saya. Mereka bilang nama saya dipakai untuk meyakinkan bahwa saya juga menitipkan uang kepada dia. Padahal itu tidak benar," jelas perempuan yang kenal dengan YM sejak 2013 itu.
Editor : Mahfud