KEDIRI, JP Radar Kediri–Penyidikan kasus pencabulan yang dilakukan Do, 28, guru salah satu SMK di Kecamatan Pare, terus berlanjut.
Bahkan, Polres Kediri kini tengah mendalami kemungkinan adanya korban pencabulan lainnya. Korps baju cokelat pun meminta agar masyarakat melapor.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri Ipda Eko Idya Sunarwan mengatakan, sejauh ini korban pencabulan Do baru X yang tak lain muridnya sendiri.
Meski demikian, menurutnya penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Berbagai langkah dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui informasi (pencabulan) untuk segera melapor ke kepolisian,” kata Eko.
Sikap responsif masyarakat, lanjut Eko, akan bisa mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan oleh Do secara menyeluruh.
Baca Juga: Guru SMK di Pare Diduga Cabuli Siswa: Polres Kediri Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Kini Ditahan
“Sementara ini belum ada indikasi korban lain. Namun kami tetap melakukan penelusuran,” lanjutnya.
Selain mendalami kemungkinan adanya korban tambahan, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan psikologis tersangka.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan yang bersangkutan. Sekaligus untuk melengkapi kebutuhan penyidikan.
“Kami akan berkoordinasi dengan jaksa terkait itu (pemeriksaan kejiwaan) untuk melengkapi berkas,” beber Eko. Sementara itu, selain melanjutkan pengusutan kasus, Unit PPA juga fokus menangani korban.
Mereka berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri terkait pendampingan psikologis korban.
“Bagaimanapun juga kami fokus untuk si anak (korban). Dia masih sekolah. Sekolahnya harus tetap lanjut dan harus punya lingkungan yang baik, lingkungan yang nyaman. Kami lakukan pendampingan psikologi supaya anak tetap punya motivasi untuk tetap meraih cita-cita,” jelasnya.
Seperti diberitakan, kasus pencabulan Do terhadap X, siswa kelas XI salah satu SMK di Pare ini mencuat setelah orang tua melaporkan aksi bejat sang guru tersebut ke Polres Kediri 11 Juni lalu.
Guru yang sering datang ke rumah korban itu awalnya dikira sengaja melakukan bimbingan.
Rupanya, aksi mengajak X keluar rumah itu justru untuk melakukan pencabulan. Do sengaja membuat akun Telegram dengan nama Lia untuk mengelabuhi muridnya.
Setelah berkenalan, Do mengajak X untuk saling mengirim foto seksi dan asusila. X yang tidak mengetahui jika Lia adalah laki-laki pun mengirim gambar yang diminta.
Rupanya, gambar itu jadi senjata bagi Do untuk mengancam X. Masih menggunakan nama Lia, Do meminta agar X membuat video asusila dengan sesama pria.
Saat itulah Do mendekati X dan menawarkan solusi membuat video.
Sekali beraksi, Do terus mendesak X untuk melakukan hal yang sama hingga beberapa kali. Merasa ketakutan, X menolak saat didatangi Do dan tidak mau keluar rumah. Dia juga menangis kepada orang tuanya.
Dari sanalah aksi guru honorer yang baru mengajar sekitar tiga tahun itu terbongkar. Orang tua Do yang tidak terima langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri. Tak hanya menghadapi kasus hukum, sekolah juga langsung memecat Do Juni ini.
Editor : Andhika Attar Anindita