KEDIRI, JP Radar Kediri– Sejumlah pejabat utama (PJU) dan kapolsek jajaran Polres Kediri dirotasi.
Pergantian itu ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Kediri kemarin.
Dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, mutasi dan rotasi jabatan itu merupakan bagian dari dinamika organisasi.
Selain sebagai penyegaran, pergantian jabatan juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sertijab itu, sejumlah pejabat menerima amanah baru. Di antaranya AKP Dyah Ayu Mirda Puspita Redhaningtyas yang kini menjabat Kasatbinmas Polres Kediri, AKP Donny Sekti Ardhianto sebagai Kasipropam Polres Kediri, serta AKP Wendi Sulistiono yang kini memimpin Polsek Pare.
Rotasi juga terjadi di jajaran kapolsek. AKP Barkah Ramsul kini menjabat Kapolsek Purwoasri, AKP Rudi Hartono menjadi Kapolsek Gampengrejo, AKP Didik Suryono menjabat Kapolsek Plosoklaten, dan AKP Dwi Widodo dipercaya sebagai Kapolsek Gurah.
Selain itu, AKP Rudy Widianto ditunjuk sebagai Kapolsek Kandangan, AKP Rudi Darmawan sebagai Kapolsek Kepung, Iptu Ardian Wahyudi sebagai Kapolsek Plemahan.
Kemudian AKP Marjuki sebagai Kapolsek Ngancar, AKP Djuri Winarto sebagai Kapolsek Puncu, AKP Miftakhudin sebagai Kapolsek Kunjang, serta Iptu Bambang Supaku sebagai Kapolsek Ngasem.
Di luar itu, ada AKP Agung Saifudin Kusno yang bergeser menjadi Kasatsamapta Polres Kediri Kota. Sedangkan Iptu Winarto Siswomiharyo sebagai Pejabat Sementara (PS) Kapolsek Proppo Polres Pamekasan.
Baca Juga: Satreskrim Polres Kediri Menggelar Sosialisasi dan Diskusi mengenai KUHP dan KUHAP Terbaru
"Setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Teruskan capaian positif yang sudah ada dan hadirkan terobosan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pesan Bramastyo.
Menurutnya, mutasi dan rotasi merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri. Dia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional.
"Kepercayaan masyarakat dibangun dari pelayanan sehari-hari. Karena itu, setiap anggota harus mampu hadir sebagai problem solver yang cepat, profesional, dan dekat dengan warga," tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita