KEDIRI, JP Radar Kediri- Satu bulan pasca penganiayaan yang berujung kematian pada MAM, 4, balita asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota masih menyisakan pertanyaan. Itu berkaitan dengan kondisi dua kakak korban yaitu Fit, 6; dan Fif, 5.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, kondisi psikologis duda kakak korban menunjukkan tren yang positif. “Alhamdulillah kondisi psikologis kakak korban membaik,” ujar Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir.
Indikator membaiknya kondisi psikologis ini dilihat dari kemampuan korban untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Utamanya teman-teman sebayanya. Tak hanya itu, keduanya juga sudah mampu mengelola emosi dengan baik.
Artinya mereka memiliki kapasitas atau keterampilan memahami, mengendalikan serta mengekspresikan emosi secara sehat dan konstruktif. “Restrukturisasi pola pikir juga sudah mulai sehat,” imbuhnya.
Untuk diketahui, restrukturisasi pola pikir korban yang sudah sehat ini ditandai dengan kemampuan mengubah cara berpikir yang negatif, irasional atau merusak diri menjadi lebih realistis, positif, dan fungsional.
Seperti yang diberitakan, UPT PPA membatasi ketat akses pihak luar yang ingin menemui Fit dan Fif untuk menjaga stabilitas emosional anak. Selebihnya, pemkot fokus agar anak-anak mendapat pendidikan yang layak.
Baca Juga: Nenek MAM Jadi Tersangka Penganiayaan Balita di Ngronggo Kediri, Ini Penyebab Utama Kematian MAM!
Tidak hanya pendidikan akademik saja. Melainkan juga pendidikan keagamaannya. Dengan konsep sekolah alam, menurutnya akan sangat bagus untuk perkembangan anak.
Bagaimana nasib Fit dan Fif ke depan? Suwarsi menegaskan, keputusan apakah mereka akan dikembalikan ke keluarga atau tetap di ruang aman. Masih menunggu hasil diskusi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Editor : Andhika Attar Anindita