KEDIRI, JP Radar Kediri–Polres Kediri Kota memperketat pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Sedikitnya ada 500 personel yang disiagakan untuk memastikan Kota Kediri tetap kondusif.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melalui Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan, ratusan personel itu berasal dari Polres Kediri Kota dan kepolisian sektor (polsek) jajaran. “Sebanyak 300 personel dari polresta. Sisanya dari polsek jajaran,” kata perwira yang akrab disapa Iwan itu.
Personel polsek, lanjut Iwan, akan disiagakan di mapolsek masing-masing. Baik di wilayah kota maupun di lima wilayah Kabupaten Kediri. “Personel (Polresta, Red) juga akan standby,” lanjutnya.
Terkait lokasi yang menjadi fokus pengamanan, Iwan mengaku masih menunggu informasi kegiatan masyarakat. Hingga Kamis (30/4) sore kemarin masih belum ada pengajuan izin yang masuk.
Baca Juga: TKJ Ceria, Personel Polres Kediri Jalani Uji Kesamaptaan
Jika tidak ada kegiatan perayaan Hari Buruh Internasional, pihaknya akan melakukan patroli rutin di pusat keramaian. Seperti di pusat perbelanjaan dan kawasan wisata.
Untuk diketahui, tak hanya fokus mengamankan May Day, Polres Kediri Kota dan Polres Kediri juga mengajak warga Kediri Raya untuk aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tak hanya beberapa organisasi masyarakat (ormas) saja yang dirangkul. Melainkan juga anggota perguruan silat hingga driver ojek online (ojol) juga diajak untuk menjaga agar situasi di Kediri Raya tetap kondusif.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, berbagai elemen masyarakat dihadirkan di Mapolres Kediri Kota untuk mengikuti Apel Gelar Sabuk Kamtibmas kemarin. Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wali Kota Vinanda Prameswati itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyebut, polisi tidak bisa mengamankan wilayah seorang diri. Melainkan butuh kolaborasi masyarakat.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam mengamankan kamtibmas di wilayah masing-masing. Kami butuh kolaborasi,” tutur perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.
Baca Juga: Polsek Kras Kediri Turunkan Personel untuk Jaga Kegiatan Halal Bihalal Sopir di Bendosari
Karena itu pula, sejumlah elemen masyarakat sengaja dihadirkan dalam Apel Sabuk Kamtibmas kemarin. Mereka diajak untuk aktif menjaga kondusivitas di wilayah Polres Kediri Kota. Caranya dengan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Polres Kediri juga menggelar apel yang sama. Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, polisi mengajak masyarakat untuk berkomitmen menjaga keamanan dan kondusivitas wilayahnya. Pemilihan Sabuk Kamtibmas, menurut pria yang akrab disapa Bram itu bukan tanpa alasan. Melainkan untuk mengikat masyarakat agar bersatu. Memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Serta melindungi masyarakat dari konflik. “Ini (Sabuk Kamtibmas) adalah benteng bersama dalam menjaga stabilitas daerah,” papar Bram.
Ke depan, kata Bram, bisa saja muncul berbagai tantangan. Mulai potensi konflik sosial, penyusupan kepentingan kelompok tertentu dalam aksi massa, hingga penyebaran hoaks dan propaganda digital, radikalisme dan intoleransi, serta ancaman bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Terjunkan Ratusan Personel Gabungan Amankan UKT Perguruan Silat di Pagu dan Gurah Kediri
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kunci utama menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya terkait pelibatan masyarakat dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas tersebut.
Editor : Andhika Attar Anindita