KEDIRI, JP Radar Kediri– Menanggapi perkembangan proses hukum terkait kasus kredit fiktif yang tengah bergulir, PT Bank Rakyat Indonesia melalui Kantor Cabang Kediri menegaskan posisinya dalam menegakkan integritas. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar perusahaan dalam menerapkan prinsip zero tolerance to fraud.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Kediri Adi Nugroho menjelaskan bahwa pengungkapan kasus yang kini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri tersebut sejatinya berawal dari hasil pengawasan internal BRI sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan melekat di tubuh bank plat merah ini berjalan secara efektif. "Ini adalah langkah tegas kami dalam menerapkan zero tolerance to fraud di seluruh lingkungan kerja," ujar Adi.
Pihak BRI juga menyampaikan rasa terima kasih dan dukungan penuhnya kepada aparat penegak hukum yang telah bekerja profesional dalam mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.
Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Binaan BRI Kediri, Jualan Ayam Potong Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Setiap Bulan
Kerja sama yang sinergis antara sektor perbankan dan aparat hukum diharapkan dapat memberikan efek jera serta mempercepat proses kepastian hukum. "Kami mendukung penuh upaya penanganan ini guna percepatan proses hukum lebih lanjut," tuturnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada nasabah dan stakeholder, BRI tidak memberikan ruang bagi oknum yang terbukti melanggar kode etik dan hukum. Adi menegaskan bahwa tindakan disipliner paling keras telah dijatuhkan kepada oknum yang terlibat.
"Atas kejadian tersebut, BRI juga telah memberikan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi oknum pekerja yang bersangkutan," tegas Adi.
Ke depannya, BRI berkomitmen untuk terus proaktif dalam mendeteksi potensi kecurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat. Penguatan nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi utama dalam setiap layanan perbankan yang diberikan.
"BRI senantiasa pro-aktif dalam pengungkapan kasus-kasus fraud. Kami menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance dalam setiap operasional bisnis, demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh nasabah kami," pungkas Adi.
Dengan adanya tindakan tegas ini, BRI berharap dapat terus memperkuat budaya kerja yang bersih dan transparan. Sekaligus menjaga reputasi sebagai lembaga keuangan yang terpercaya di hati masyarakat Kediri. (*)
Editor : Andhika Attar Anindita