Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ramadan, Kargo Pesawat di Bandara Dhoho Kediri Belum Tunjukkan Peningkatan Tajam

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00 WIB

 

BELUM MAKSIMAL: Aktivitas pengiriman kargo dari Kediri melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri pada awal Ramadan masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
BELUM MAKSIMAL: Aktivitas pengiriman kargo dari Kediri melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri pada awal Ramadan masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Aktivitas pengiriman kargo dari Kediri melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri masih landai. Bahkan selama awal Ramadan masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Meski demikian, potensi pengiriman logistik melalui jalur udara dinilai cukup besar. Pasalnya, tarif yang ditawarkan lebih murah dibanding bandara lain di Jawa Timur.

Pada awal Ramadan ini, pengiriman kargo melalui Bandara Dhoho masih dalam jumlah terbatas. Data sementara menunjukkan hanya ada dua pengiriman kargo udara dari Kediri menuju Ternate dengan total enam koli.

Rinciannya, satu pengiriman sebanyak tiga koli dengan berat 85 kilogram. Lalu, tiga koli lain dengan total berat 102 kilogram.

PIC DMK Kargo Kediri Elka Dwi menyebut kondisi tersebut dipengaruhi turunnya permintaan dari daerah tujuan pengiriman. Sehingga pedagang atau pengirim barang dari Kediri belum berani mengirim dalam jumlah besar.

“Di minggu pertama Ramadan memang masih sepi. Permintaan dari luar daerah turun, jadi pedagang di sana belum berani beli barang dari Kediri,” ujarnya.

Elka menjelaskan, sebenarnya aktivitas pengiriman barang dari Kediri cukup ramai. Namun sebagian besar dilakukan melalui sistem marketplace.

Seperti Shopee yang menggunakan jalur distribusi lain. Pengiriman tersebut umumnya ditangani ekspedisi tertentu sehingga tidak melalui Bandara Dhoho.

Akibatnya, volume kargo udara dari Kediri masih kalah dibanding pengiriman melalui Bandara Juanda Surabaya.

Menurutnya, pengiriman barang dari Kediri melalui Juanda bahkan bisa mencapai sekitar 350 kilogram dalam periode yang sama.

Adapun jenis barang yang dikirim melalui jalur kargo cukup beragam. Mulai dari tanaman hingga alat kesehatan yang dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

Meski belum ramai, minat pelaku usaha memanfaatkan kargo udara melalui Bandara Dhoho sebenarnya cukup tinggi.

Hal ini terlihat dari banyaknya pihak yang menanyakan jadwal penerbangan kargo terbaru. Termasuk untuk pengiriman pada hari Minggu.

Hal itu dikarenakan tarif lewat Bandara Dhoho yang lebih murah dari Bandara Juanda. Utamanya untuk tujuan pengiriman wilayah Indonesia bagian tengah. Seperti Kalimantan dan Sumatera.

Selain itu, terdapat pula pengiriman menuju Kupang dan Ternate. “Saya hitung-hitung perkiraan tarifnya 20 persen di bawah Juanda,” jelasnya.

Elka menambahkan, aktivitas pengiriman kargo melalui Bandara Dhoho diperkirakan mulai meningkat mendekati Lebaran.

Kondisi tersebut biasanya terjadi karena pengiriman melalui jalur darat maupun laut mulai dibatasi akibat tingginya arus mudik.

“Kalau sudah mendekati Lebaran biasanya pengiriman via udara meningkat. Prediksinya mulai ramai sekitar H-7 karena pengiriman darat dan laut mulai dibatasi akibat arus mudik,” pungkas Elka.

Editor : Andhika Attar Anindita
#bandara dhoho kediri #ramadan #kargo