Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lapas Kediri Dalami Penyelundupan Sabu, Ini Antisipasi dalam Waktu Dekat

Hilda Nurmala Risani • Senin, 23 Februari 2026 | 17:03 WIB

Petugas sedang mengoperasikan X-Ray untuk memeriksa barang bawaan pengunjung Lapas Kelas II A Kediri.
Petugas sedang mengoperasikan X-Ray untuk memeriksa barang bawaan pengunjung Lapas Kelas II A Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Upaya penyelundupan sabu yang dilakukan istri narapidana (napi) dua hari lalu, Kamis (19/2) menjadi atensi khusus pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri. Mereka memperketat aturan barang bawaan para pembesuk dan menggelar razia.

Selain itu, pihak lapas juga mendalami pengakuan Dhevta Apri Pratama, napi yang istrinya menyelundupkan sabu-sabu tersebut.

Guna mencari tujuan penyelundupan tersebut. Apakah digunakan sendiri atau diedarkan di dalam lapas, ke sesama napi.

“Kalau pengakuannya begitu, akan dikonsumsi bersama satu temannya saja,” terang Kepala Lapas Solichin.

Baca Juga: Terima Paket Bersih dari Bandar, Ini Upah Yang Diperoleh Istri Napi di Lapas Kediri

Tapi, Solichin langsung menambahkan, pihaknya tak percaya begitu saja. Bila menimbang jumlah yang puluhan gram, kemungkinan dikonsumsi berdua juga bisa dipertanyakan. Dia menduga setidaknya pengonsumsi lebih dari dua orang.

“Kami kan boleh tidak percaya begitu saja dengan apa yang disampaikan (pelaku). Jumlahnya banyak, dimungkinkan dikonsumsi oleh beberapa orang juga,” imbuh bapak dari satu anak itu.

Selain terus menelisik tujuan penyelundupan, pihak lapas juga melakukan razia. Sasarannya seluruh blok hunian. Namun, petugas tak menemukan narkoba. Hanya senjata tajam (sajam) rakitan.

Selainitu, pihak lapas kini melarang pengunjung atau pembesuk membawa makanan olahan seperti nasi goreng maupun telur dadar. Yang diperbolehkan hanya nasi dan telur rebus.

Baca Juga: Tertangkap Basah saat Selundupkan Sabu ke Lapas Kediri, Begini Kronologinya

“Antisipasi hal serupa terjadi kami melarang pengunjung untuk membawakan makanan olahan yang bisa dimanfaatkan untuk mencampur sabu-sabu. Kalau telur rebus diperbolehkan karena ada cangkang yang tidak memungkinkan untuk menyimpan,” bebernya.

Solichin menekankan bahwa peristiwa itu membuat petugas lapas kian selektif dalam memeriksa bawaan pengunjung maupun pembesuk. Sebab, modus yang digunakan selalu berubah-ubah.

“Saya nilai terlalu berani (aksi penyelundupan) kemarin. Membawa dua barang sekaligus padahal pemeriksaan sangat ketat. Ada mesin X-Ray dan petugas,” tandas Solichin.

Baca Juga: Breaking News! Petugas Lapas Kediri Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu Oleh Istri Narapidana, Ini Modusnya

Dia menganalisa, aksi nekat itu karena ditopang faktor ekonomi. Upah menjadi kurir yang menggiurkan membuat istri narapidana itu terpikat tanpa berpikir akibat jangka panjangnya.

“Ya faktor ekonomi karena butuh uang. Sekali berhasil menyelundupkan upahnya bisa Rp 2 juta. Padahal kalau ketahuan risiko lebih besar dibandingkan keuntungannya,” pungkas Solichin.

Seperti yang diberitakan, Sft, 28 tahun, istri napi bernama Dhevta Apri Pratama menyelundupkan sabu-sabu dan dua unit hanphone ke dalam lapas. Barang-barang itu dikemas dalam sebuah paket.

Baca Juga: Lapas Kediri Over Kapasitas hingga 250 Persen, Ternyata Ini Faktor Utamanya

Bukan sekali ini Sft melakukan tindakan itu. Dia sudah pernah menyelundupkan barang serupa dan berhasil.

Keberaniannya menyelundupkan sabu-sabu itu atas perintah sang suami yang mendekam di penjara karena kasus narkotika. Setelah itu, ada seseorang yang mendatangi rumahnya dan menyerahkan paket berisi narkoba tersebut. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#lapas kelas ii a kediri #faktor ekonomi #Perketat Akses masuk #penyelundupan sabu #xray