KEDIRI, JP Radar Kediri-Ratusan korban arisan bodong yang digagas NST kembalibergejolak. Ini setelah mereka mengetahui perempuan yang tinggal di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri itu mulai menjual aset-asetnya.
Salah satunya satu unit mobil Daihatsu Ayla yang dilepas dengan harga sekitar 40-50 juta saja.
Penjualan mobil itu diketahui oleh para korban setelah sang pembeli mengunggah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama NST yang berada di tangannya.
Lengkap dengan mobil berwarna kuning yang menjadi background-nya. Unggahan tersebut lantas beredar luas di kalangan para korban.
“Mobilnya (Daihatsu Ayla) dijual ke pembeli yang berdomisili di wilayah Jawa Timur,” kata Davin, koordinator korban arisan bodong.
Lebih jauh Davin mengaku mendapat informasi tentang penjualan mobil Daihatsu Ayla itu pada Senin (5/1) lalu.
Jika mobil kategori low cost green car(LCGC) itu dijual, para korban masih belum mengetahui nasib mobil Toyota Innova Reborn yang juga dibeli oleh NST.
Baca Juga: Pemkot Kediri Bangun TPA 4 Tahun Ini, Proyeksikan Bisa Tampung 160 Ton Sampah per Hari
Selain menelisik keberadaan aset milik perempuan berambut panjang itu, para korban arisan bodong juga berusaha melacak aliran uang NST.
Dari sana mereka menduga ada aliran uang ke luar negeri (LN). Yakni diduga dengan cara ditransfer kebank luar negeri.
“Ada dugaan ditransfer ke bank luar (luar negeri) atas nama tertentu,” lanjut Davin yang mengaku mendapat informasi dari salah satu korban lainnya.
Tak hanya menelusuri aset NST, setiap hari korban arisan bodong selalu nyanggong atau menunggui di sekitar rumah lamanya. Namun, sang bandar arisan tidak pernah ada di sana.
“Nihil. Tidak pernah ada di rumah,” lanjut Davin sembari menyebut berdasar informasi yang didapatnya NST sempat berada di rumah kerabatnya di Semarang. Namun, sekarang sudah pindah lagi.
Sementara itu, selain menelisik aset NST, para korban juga sedang menunggu disposisi penanganan kasus dari Polda Jatim.
Sesuai keterangan penyidik yang menerima mereka, dalam waktu satu minggu ini polda akan mulai memanggil NST sebagai terlapor, maupun para korban.
“Maksimal tiga hari ini disposisi penanganan kasus sudah turun. Selanjutnya dalam kurun waktu minimal satu minggu, sudah ada surat pemanggilan kepada terduga pelaku maupun korban,” lanjut Yoga, korban arisan bodong lainnya.
Seperti diberitakan, pelaku NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar.
Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya. Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu.
Baca Juga: Produksi Padi Kabupaten Kediri Surplus, Sumbang Pasokan Beras Nasional 203 Ribu Ton
Alasannya arisan tersebut sudah jebol. Artinya dia tidak mampu lagi membayar paket yang dibeli oleh para anggota.
Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST.
Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang.
Namun, kertas yang ditandatanganinya itu menjadi tidak berarti apa-apa. Sebab, keberadaannya hingga sekarang tak terendus.
Editor : Andhika Attar Anindita