KEDIRI, JP Radar Kediri-Lapas Kelas II A Kediri menggelar razia di kamarnarapidana pada Kamis (25/12) sore lalu. Hasilnya, mereka menemukan beberapa senjata tajam (sajam) rakitan.
Razia yang digelar pukul 18.00 itu dilakukan oleh tim satgas kamtibmasLapas Kediri. Mereka menyisir kamar tahanan dan narapidana (napi) Mulai dariblok hunian laki-laki hingga perempuan.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin mengatakan, penggeledahandilakukan sebagai langkah deteksi dini dan penguatan pengamanan. “Khususnya pada puncak perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Solichin.
Baca Juga: Lapas Kelas II A Kediri Gelar Razia Barang Milik Warga Binaan, Petugas Temukan Senjata Rakitan
Razia, lanjut Solichin, dilakukan karena lapas ingin meminimalkanperedaran narkoba, telepon seluler, dan barang terlarang di sana. “Kami menyatakan perang terhadap Halinar atau handphone, pungli, dan narkoba,” lanjutnya.
Pria asal Jawa Tengah itu menegaskan, pemeriksaan dilakukan secaramendetail di setiap blok kamar hunian warga binaan. Mulai dari ventilasi hingga celah tersembunyi yang berpotensi jadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Termasuk kolong tempat tidur, lipatan bantal, kloset di kamar mandi, dinding kamar, tempat sampah, serta area tersembunyi lainnya. Tempat-tempattersebut dimungkinkan jadi tempat menyembunyikan barang terlarang oleh napi.
Baca Juga: Razia Lapas II A Kediri, Petugas Temukan Sajam Rakitan
Hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Namun mereka berhasil mengamankan sajam rakitan. Mulai dari gagang sikat gigi maupun sendok yang diruncingkan yang jumlahnya mencapai belasan.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kediri sajam ini tidak digunakan untuk berkelahi maupun mencelakai orang lain. Melainkan dirakit untuk pengalihan rasa bosan warga binaan saja.
Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan antisipasi agar tidak ada kejadian yang membahayakan penghuni lain. Apalagi, jumlah narapidana maupun tahanan di lapas saat ini overload hampir tiga kali lipat.
Baca Juga: Hukuman Pidana di Bawah 5 Tahun Tak Lagi Dibui, Belaku 2026 untuk Solusi Lapas Overload!
Untuk diketahui, selain razia rutin yang dilakukan secara internal, petugas juga melakukan razia gabungan yang melibatkan banyak pihak. “Razia ini dilakukan secara periodik maupun insidental,” imbuhnya sembari menyebutrazia bisa dilakukan 9 sampai 10 kali dalam satu bulan.
Solichin menegaskan, selain razia, petugas kembali meminta agar para napi mematuhi peraturan di dalam lapas. “Pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas, termasuk razia dan interaksi dengan WBP penting dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif,” tegasnya.
Editor : rekian