JP Radar Kediri-Ratusan korban arisan bodong melakukan berbagai cara agar uang yang disetor bisa kembali. Selain memolisikan NST, 26, sang bandar arisan, mereka juga berencana menggugat perdata. Tujuannya agar perempuan yang terkenal hidup mewah itu bisa mengembalikan uang yang disetor.
Rta, 56, salah satu korban arisan bodong mengatakan, para korban tetap menginginkan uang mereka kembali. Meski NST harus mencicil secara bertahap.
“Kami juga berencana untuk mengajukan tuntutan perdata agar uang kami bisa kembali meskipun dengan dicicil,” ujarnya di salah satu kedai di Kota Kediri kemarin.
Untuk diketahui, dari sekitar 300 korban arisan bodong, sebanyak 80 orang di antaranya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri. Saat ini mereka sedang mengumpulkan identitas diri, bukti transfer, dan rekening koran.
Tak hanya itu, mereka juga mengumpulkan tanda tangan untuk surat kuasa yang akan diserahkan di Polda Jatim. Jika proses pidana kasus tersebut sudah berjalan, korban akan mengajukan gugatan perdata.
Rta dan korban lain yakin, aset yang dimiliki perempuan asal Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri itu cukup untuk mengembalikan uang korban. “Banyak itu asetnya. Harusnya cukup kalau hanya untuk mengembalikan modalnya saja,” lanjutnya.
Terkenal Hidup Mewah, Ratusan Korban Akan Gugat Perdata
Lebih jauh Rta mengatakan, NST memiliki satu unit mobil Toyota Innova Reborn baru, satu unit mobil Daihatsu Ayla. Kemudian, satu unit sepeda motor, ponsel IPhone 17 Pro Max, rumah warisan, hingga toko thrift di Pasar Bandar.
Perempuan berambut panjang itu juga memiliki banyak perhiasan. “Kami hanya ingin uang kami kembali. “Kalau (uang) sudah kembali kami tidak menuntut hukuman pidana. Saya yakin asetnya bisa digunakan untuk mengembalikan modal kami,” tandas perempuan asal Kecamatan Mojoroto itu.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, kehidupan NST terkenal mewah. Sebelum kasus arisan bodong itu meledak, dia baru saja liburan ke Bali bersama keluarganya selama satu minggu. Setelah itu dia juga membeli mobil Innova dan iPhone keluaran terbaru.
“Waktu ulang tahun anaknya juga pesta tiga hari tiga malam. Mengundang artis dan nyawer-nya dengan uang 50 ribuan berlembar-lembar. Eh, ternyata itu uang kami yang digunakan,” sungut NBL, 30, korban lainnya.
Seperti diberitakan, pelaku NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.
Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu. Alasannya arisan tersebut sudah jebol. Artinya dia tidak mampu lagi membayar paket yang dibeli oleh para anggota.
Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar.
Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST. Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya menjadi tidak bermakna karena perempuan yang selalu tampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya. (*)
Editor : Mahfud