Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tergiur Untung Besar, Ratusan Orang Malah Ketiban Apes, Uang Miliaran Rupiah pun Amblas

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 17 Desember 2025 | 19:36 WIB

 

 

Ilustrasi: Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi: Afrizal Syaiful M/JPRK

KOTA, JP Radar Kediri-Harapan ratusan warga Kota dan Kabupaten Kediri untuk meraih untung besar dari arisan yang diikutinya, pupus sudah. Alih-alihuangnya beranak pinak, mereka hanya bisa gigit jari karena sang bandar arisanmengaku jebol.

Untuk diketahui, sejak arisan yang dibuka oleh NST ini berbeda denganarisan kebanyakan. Arisan reguler biasanya mengumpulkan uang dari anggotasetiap minggu atau setiap bulan. Kemudian, uang yang terkumpul diundi untukmenentukan anggota yang mendapatkan uang. Selanjutnya, iuran baru berhentisetelah semua anggota mendapat uang atau biasa disebut motel.

Namun, arisan yang dibuat oleh perempuan asal KelurahanKampungdalem, Kota Kediri ini berbeda. Bukan meminta anggota menyetoruang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengankeuntungan yang besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.

Misalnya, membayar Rp 700 ribu akan mendapat Rp 1 juta di tanggalyang sudah ditetapkan. Kemudian, bayar Rp 2,6 juta akan mendapat Rp 4 juta. Yang paling tinggi, dengan membayar Rp 9,5 juta akan mendapat Rp 20 jutapada 27 Januari nanti. “Saya ikut yang bayar Rp 1,5 juta dicairkan Rp 3 jutapada 13 Desember,” kata Gavin, koordinator korban arisan bodong yang digagas NST.

Baca Juga: Korban Arisan di Kediri Lapor Polda Jatim, Ini Pengakuannya

Kemudian, dia juga membeli paket Rp 2,5 juta dicairkan Rp 5 juta pada 14 Desember. Dengan dua paket itu, Gavin berharap uangnya bisa bertambahbanyak. Namun, dia hanya bisa gigit jari karena NST mengaku tidak bisamembayar kembali sesuai janji. “Alasannya (NST tidak bisa membayar) karenaada masalah di deponya,” lanjut Gavin.

Namun, setelah ditelusuri, dia mengaku menemukan beberapakejanggalan. Yakni, satu paket arisan yang dijanjikan cair di tanggal tertentu, tidak hanya dijual kepada satu orang. Melainkan kepada tiga sampai lima orang lainnya.

Alasannya tidak bisa membayar arisan itu macam-macam. Katanya sedang mendapat musibah. Lainnya juga beralasan ada masalah di pusat(pengurus pusat arisan),” terangnya.

Tak menyerah begitu saja, para korban menelusuri dua nama perempuanyang disebut NST sebagai depo atau orang yang menerima setoran arisan daripara korban. Namun, mereka mengaku hanya menerima uang setoran sekitar Rp 200 juta saja. “Padahal uang yang masuk ke pelaku (NST) itu sekitar Rp 4 miliar,” paparnya.

Jumlah kerugian itu, tutur Gavin, diketahui setelah dirinya membuat grupberanggotakan sekitar 80 korban. Dari sana jumlah kerugian mencapai Rp 3 miliar. Sedangkan grup korban dengan jumlah anggota 320 orang, kerugiannyamencapai Rp 5 miliar.

 Baca Juga: Korban Investasi Bodong Madu Klanceng di Kediri Minta Salah Satu Terdakwa Dihukum Berat

Para korban, tutur Gavin, sudah berusaha mendatangi rumah pelaku di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri. Kepada para korban, NST juga mengaku siap bertanggung jawab. Namun, perempuan yang tinggal di timurAlun-Alun Kota Kediri itu sudah tidak ada di rumahnya pada Sabtu (13/12) lalu.

Gavin mengaku sangat sedih karena mayoritas korban mengharapkanuang tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Ada yang sedang hamil 9 bulan dan ingin menggunakan uang untuk lahiran. Ada juga yang sedangopname namun tidak bisa membayar karena tabungannya sudah habis untukmembayar arisan,” paparnya.

Selain warga Kota dan Kabupaten Kediri, Gavin menyebut tidak sedikitkorban yang dari luar Kediri. Mulai Banyuwangi, Taiwan, hingga dirinya yang merupakan warga Blitar.

Terpisah, Yoga, warga Surabaya mengaku tergiur membeli paket arisansetelah melihat story WhatsApp NST. Ikut sejak Oktober lalu, istrinya pernahmotel atau mendapat uang Rp 2,5 juta. Sayangnya, bukannya diambil tapi uang tersebut digunakan untuk membeli arisan lagi hingga total kerugiannyamencapai Rp 71 juta.  

Pernah motel satu kali itu, makanya istri saya percaya. Ternyata malahpelaku beralasan arisan jebol dan tidak bisa membayar anggota,” tutur pria yang mengaku mengenal NST sejak 2021 lalu itu.

Yoga dan istrinya mengaku sudah berusaha menghubungi NST. Namun, perempuan berambut panjang itu tidak menjawab. “Sudah berupaya untukmenghubungi namun tidak ada jawaban dari pelaku,” keluhnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana yang dikonfirmasi tentang arisan bodong dengan kerugian miliaran rupiah itumengatakan, mayoritas korban transfer di wilayah Kabupaten Kediri. “Dari wilayah kota (korbannya) hanya dua orang. Itu pun pembayaran belum selesai. Jadi unsur penipuannya (untuk warga Kota Kediri) belum masuk,” terangnya.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong SBT di Kediri Masih Berlarut-larut

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawanyang dikonfirmasi tentang arisan bodong yang viral menyebut hingga kemarintidak ada laporan dari korban. “Nihil (belum ada laporan),” aku Joshua sembarimenyebut aktivitas arisan dilakukan di Kota Kediri. Rumah pelaku juga di Kota Kediri.

Terkait banyaknya korban yang disinyalir dari Kabupaten Kediri, Joshua masih menunggu laporan. Banyak atau tidak korban (dari Kabupaten Kediri) belum bisa disimpulkan sebelum diperiksa,” tandasnya.

Sementara itu, tidak jelasnya pengusutan kasus arisan bodong membuatkorban membuat laporan baru. “Hari ini (15/12) kami melapor ke Polda Jatim,” aku Gavin tentang langkah hukum yang diambil korban. Dia meminta agar polisi mengusut tuntas kasus yang merugikan korban miliaran rupiah tersebut.

Editor : Mahfud
#Arisan bodong kediri #polisi usut kasus #kerugian miliaran rupiah