Sementara itu, Satreskrim Polres Kediri Kota juga melakukan uji urine korban selamat pesta minuman keras (miras) di AR Cafe. Kemarin, penyidik mengirimkan sampel urine korban ke Laboratorium Forensik Polda Jatim.
Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan, pihaknya tinggal menunggu hasil pemeriksaan labfor keluar. “Untuk hasilnya kapan kami belum tahu. Tergantung dari waktu yang dibutuhkan petugas labfor,” ungkap Cipto tentang pengiriman sampel kemarin (5/8).
Jika hasil uji di labfor mendapati zat yang mengakibatkan keracunan dari produk miras, Cipto menyebut penyidik akan menindaklanjuti kepada produsennya. Jika sebaliknya, menurut Cipto dimungkinkan keracunan berasal dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi korban.
Karena itulah, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu menyebut, pihaknya baru bisa melakukan tindak lanjut setelah hasil labfor keluar. “Kami menunggu hasilnya dulu,” lanjut bapak dua anak itu.
Ditanya tentang legalitas penjualan miras oleh AR Cafe, Cipto mengaku sudah melakukan pengecekan. Hasilnya, kafe yang terletak di Jl Kediri-Nganjuk Desa Maron, Banyakan itu sudah mengantongi izin. Meski demikian, polisi melarang kafe beroperasi sampai penyelidikan keracunan miras selesai.
Terkait kondisi Hil yang hingga kemarin dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, menurut Cipto kesehatannya terus membaik. “Update korban selamat kondisinya masih stabil dan baik. Semakin membaik di rumah sakit,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Untuk diketahui, selain mengonsumsi miras merek Iceland dan Greensand enam setel, Hil, Giska, dan Bela diduga mengonsumsi miras lain yang dikemas di botol air mineral kemasan 500 miligram. Berdasar pemeriksaan di room 6 AR Cafe, mereka menemukan dua botol air mineral yang berbau miras.
Tentang miras tanpa label yang ditemukan di tempat kejadian perkara, Cipto mengaku belum bisa menyimpulkan. “Beda perkara (dengan insiden di Desa/Kecamatan Kepung, Red),” jelasnya.
Seperti diberitakan, Bela, Giska, dan Hil mengonsumsi miras di AR Cafe sejak Jumat (1/8) malam hingga hingga Sabtu (2/8) pagi. Selanjutnya, Bela mengeluhkan kondisi matanya yang kabur dan kepalanya pusing. Dia langsung dibawa ke RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan oleh temannya dan dinyatakan meninggal pukul 08.59 Minggu (3/8).
Kemudian, pukul 04.00 Minggu (3/8) giliran Giska yang dibawa ke RS Ahmad Dahlan. Dia dirawat di intensive care unit (ICU) karena dalam kondisi tidak sadarkan diri. Perempuan asal Gampengrejo, Kabupaten Kediri itu meninggal pukul 22.30 Minggu (3/8).
Sedangkan Hil yang hingga kemarin masih dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, kondisinya membaik. Perempuan yang menempati ruang Mekkah itu dalam kondisi sadar.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira