KEDIRI, JP Radar Kediri- Satlantas Polres Kediri Kota menindak ribuan pelanggar selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025.
Total ada 10.616 pelanggar yang terjaring razia. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pelanggaran tersebut meningkat drastis.
Pada tahun lalu, tercatat ada 6.489 pelanggaran. Artinya, kenaikan kasus di tahun ini mencapai 64 persen.
Sementara dari barang bukti yang diamankan, tahun ini ada 2.810 item. Sedangkan tahun lalu hanya 1.211 item. Peningkatannya justru mencapai 132 persen.
Namun begitu, angka kecelakaan lalu lintas saat Operasi Patuh Semeru 2025 mengalami penurunan.
“Angka kecelakaan ini menurun 31 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir.
Selain melakukan penindakan, pihaknya juga rutin memberi edukasi, sosialisasi, dan imbauan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan agar angka laka lantas terus mengalami penurunan.
“Penindakan kami lakukan agar tertib dalam berlalu lintas menjadi budaya atau kebutuhan setiap masyarakat,” terangnya bapak dua anak ini.
Sementara itu, Satlantas Polres Kediri menindak ribuan pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025.
Operasi yang digelar selama dua pekan itu menghasilkan 2.724 surat tilang kepada pengendara yang melanggar aturan.
Kasatlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara menyampaikan bahwa petugas melakukan penindakan secara manual maupun elektronik.
Rinciannya, 185 pelanggar terekam ETLE mobile dan 2.539 sisanya ditindak petugas melalui tilang manual.
Menurutnya, pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan tidak memiliki SIM.
Selain itu, juga ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di bawah umur.
“Pelanggaran dalam Operasi Patuh Semeru 2025 didominasi pengendara tanpa helm dan tanpa SIM,” ujar Jata.
Dia menambahkan, penindakan ini dilakukan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kediri.
Selain penindakan, pihaknya juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan menyebar 1.732 leaflet, 1.382 stiker, 69 spanduk, dan 33 billboard.
Kegiatan penyuluhan juga menyasar sekolah, komunitas kendaraan, dan warga umum secara masif.
Upaya ini membuahkan hasil karena jumlah kecelakaan lalu lintas tahun ini tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.
Tahun ini terdapat 13 kasus kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh berlangsung. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, jumlah kecelakaan mencapai 20 kasus.
“Terjadi penurunan kasus kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya,” tandas Jata.
Editor : Andhika Attar Anindita