Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gara-gara Makian Ini Membuat Lima Pemuda Kediri Ini Jadi Tersangka Pengeroyokan

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 25 Juli 2025 | 15:14 WIB
geng-motor-keroyok-8-pemuda-asal-puncu-di-gurah
geng-motor-keroyok-8-pemuda-asal-puncu-di-gurah

KOTA, JP Radar Kediri–Satreskrim Polres Kediri Kota membeber pengungkapan kasus pengeroyokan di Desa Sukoanyar, Mojo pada Minggu (6/7) lalu. Kasus yang membuat lima remaja asal Gampengrejo, Ngasem, dan Semen menjadi tersangka itu ternyata dipicu kemarahan para pelaku setelah diteriaki kata “anjing”.

Untuk diketahui, lima tersangka pengeroyokan adalah RDM, 16; MR,15; dan AR, 18. Ketiganya ditangkap pada Kamis (10/7) lalu. Sedangkan FA ditangkap Sabtu (12/7) dan terakhir MA, 20, ditangkap pada Minggu (13/7) lalu.

Akibat pengeroyokan yang dilakukan lima pemuda itu, Mohammad Insan Kamil, 20, dan Mohammad Chamal, 16, warga Mojo mengalami luka di pelipis kanan, kepala, memar di punggung, dan lecet pada mata kaki sebelah kanan.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan, pengeroyokan berawal saat para tersangka selesai melihat pencak dor di Blitar.

Dalam perjalanan pulang, RDM dan AR bertemu tiga pelaku lainnya dan bergabung. Mereka kembali ke Kediri dengan melewati Jembatan Wijaya Kusuma.

Sesampainya di depan toko elektronik Desa Sukoanyar, Mojo, tiba-tiba ada rombongan kendaraan konvoi dari arah utara menuju ke selatan. Mereka berteriak “Kirek...kirek!” sambil menunjuk Mohammad Insan Kamil dan Mohammad Chamal yang saat itu berboncengan di barisan yang sama.

Mendengar perkataan kotor tersebut, salah satu pelaku tiba-tiba menghadang motor korban. Akibatnya korban terjatuh. “Setelah korban terjatuh, beberapa tersangka mendatangi dan langsung memukul serta menendang korban,” lanjut bapak dua anak itu.

Terkait motifnya, Cipto menyebut aksi pengeroyokan ini dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. Tersangka terprovokasi oleh rombongan di depan yang memaki para pelaku dengan kata-kata “kirek (anjing)”. 

“Motifnya tidak jelas, hanya karena ikut-ikutan dan terbawa emosi setelah menonton pencak dor. Temannya menendang dan memukul tersangka pun ikut juga,” terang lelaki asal Tuban itu. 

Lebih jauh Cipto menyebut timnya masih akan mendalami kasus pengeroyokan itu. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, video pengeroyokan di Mojo, Kediri yang dilakukan oleh rombongan pengendara sepeda motor saat sedang konvoi viral di media sosial.

Aksi pengeroyokan menyasar warga yang sedang melintas untuk mencari makan. Peristiwa ini terjadi di Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pada Minggu (6/7). Tepatnya pukul 02.00 dini hari. (*)

Editor : Mahfud
#keroyok #Makian