Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir melalui Kanit Turjawali Iptu Murnianto mengatakan, operasi akan berlangsung hingga 27 Juli. “Rapat koordinasi sudah dilaksanakan kemarin (Rabu (9/7), Red),” jelas lelaki yang akrab disapa Murni.
Selama operasi digelar, polisi akan melibatkan pihak luar. Seperti satuan polisi pamong praja (Satpol PP), dinas perhubungan (dishub), dinas kesehatan (dinkes) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).
“Gelar pasukan biasanya dilaksanakan di Mako Polres Kediri Kota pada Senin (14/7) pukul 15.00,” imbuhnya.
Operasi ini menyasar pada penindakan prioritas. Pertama pengendara yang berboncengan lebih dari dua orang. Kedua, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Ketiga, pengendara yang melawan arus. Dan keempat, pengendara sepeda motor di bawah umur.
Lalu kelima adalah pengendara yang mengemudi dalam kondisi mabuk. Keenam, menggunakan gawai saat berkendara. Dan terakhir adalah mengemudikan roda empat tidak mengenakan seat belt.
“Mengenai titik yang digunakan untuk operasi patuh sementara masih disusun dan didiskusikan,” papar perwira asal Desa Minggiran, Kecamatan Papar.
Untuk diketahui, pelanggar Operasi Patuh Semeru tahun lalu terbanyak ditemukan pada pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm SNI.
Kedua adalah pengendara yang masih di bawah umur. Rata-rata anak sekolah di Kota Kediri dan tidak mengenakan helm. Satu paket.
Iptu Murnianto berpesan agar pengguna jalan mematuhi rambu lalu lintas dan marka yang ada di jalan. “Yang belum mengenakan helm silahkan tertib memakai helm SNI. Yang jarang menggunakan seat belt segera gunakan. Terus kemudian yang belum lengkap segera dilengkapi surat-surat berkendara,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian