KEDIRI, JP Radar Kediri- Eklesia Kediri Foundation bersama Kelurahan Ngronggo menggelar apel dan malam renungan. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025.
Ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen melawan ancaman penyalahgunaan narkotika. Acara ini berlangsung di halaman Rumah Pemulihan IPWL-Eklesia Kediri Foundation.
Kegiatan bertema “Indonesia Darurat Narkoba: Bersama Kita Lawan” ini dihadiri oleh berbagai elemen.
Mulai dari masyarakat, aparat pemerintah, penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan sosial, hingga para penyintas korban penyalahgunaan narkotika.
Acara dibuka dengan visualisasi kondisi darurat narkoba di Indonesia. Menggambarkan bagaimana masifnya peredaran gelap narkotika yang merusak generasi muda. Selanjutnya, peserta juga menyaksikan visualisasi Perang Amarta Melawan Narkoba.
Sebuah pertunjukan edukasi berbasis budaya pewayangan yang dibawakan oleh para konselor adiksi di IPWL Ekelsia Kediri Foundation berkolaborasi dengan para relawan anti narkoba.
Yaitu komunitas rohani KWIPPI GPPI Kediri. Sebagai wujud kepedulian nyata masyarakat sipil dalam upaya edukasi preventif.
Dalam prosesi apel, tampak simbol kuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Founder Eklesia Kediri Foundation Dr. Jesicha Yenny Susanty, S.H., M.H., CLA., CCD, tampil dalam balutan kostum Srikandi.
Dia didampingi Kepala Kelurahan Ngronggo Heru Sugiarto, S.Si,M.Si yang mengenakan kostum senada. Kostum itu melambangkan keberanian, keteguhan, dan kesetiaan dalam perjuangan melawan narkoba.
Perang melawan narkoba bukan hanya urusan penegakan hukum tetapi lebih dari itu. Ini adalah perang kemanusiaan, perang moral, perang peradaban, tegas Dr. Jesicha dalam amanat pembina apel kegiatan malam renungan.
Sebagai lembaga rehabilitasi sosial, Eklesia Kediri Foundation selama ini aktif melakukan pendampingan pemulihan para pecandu narkotika. Sekaligus mendorong edukasi preventif berbasis budaya dan kearifan lokal.
Melalui pendekatan budaya seperti pertunjukan wayang dan kesenian lokal, diharapkan pesan anti narkoba dapat menyentuh kesadaran masyarakat secara lebih efektif.
Dalam amanatnya, Dr. Jesicha juga menyampaikan pesan strategis kepada aparat penegak hukum, Berikan ruang bagi para korban penyalahgunaan narkotika untuk dipulihkan.
Tetapi jangan beri ruang kompromi kepada para pengedar dan sindikat narkotika yang merusak bangsa,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penyalaan Api Unggun Perjuangan. Sebagai simbol bahwa semangat melawan narkoba harus terus menyala. Diiringi lagu Untuk Indonesia Jaya, menyatukan seluruh peserta dalam tekad yang sama: Indonesia bersih narkoba.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan Ikrar Perang Melawan Narkoba dan doa lintas agama. Sebagai wujud kesatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman narkoba secara holistik. Melalui pencegahan, pemulihan, edukasi, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
"Eklesia Kediri Foundation meneguhkan komitmennya, Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Menang, Indonesia Bersih Narkoba," tegasnya.
Libatkan Ribuan Penari, Kampanye Anti Narkoba lewat Seni dan Budaya
Tak hanya menggelar apel dan malam renungan. Dalam rangka menyemarakkan HANI 2025, Eklesia Kediri Foundation juga mengadakan kampanye anti narkotika. Yakni dengan melibatkan ribuan penari profesional di Lapangan Ngronggo Sport & Art Center (NSAC) kemarin.
Acara tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, BNN Kota Kediri serta masyarakat Ngronggo. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti apel malam renungan dan api unggun sebagai tanda puncak peringatan HANI 2025.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan momentum bersama untuk merenungkan dampak nyata penyalahgunaan narkotika. Serta memperteguh komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bersih narkoba,” ujar Founder Eklesia Kediri Foundation Dr. Jesicha Yenny Susanty, S.H., M.H., CLA., CCD.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kelurahan Ngronggo Heru Sugiarto, S.Si. Dia mengungkapkan, melalui HANI 2025 dirinya memiliki tekad kuat untuk menciptakan Ngronggo bersih narkoba. Dikenal dengan Ngronggo bersinar.
“Ayo perangi narkoba demi generasi masadepan kita, jauhi narkoba jangan sekali-kali untuk coba coba,” tegas Heru.