KEDIRI, JP Radar Kediri– Dua warga binaan Lapas Kelas IIA Kediri mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dari balik jeruji besi. Keduanya telah melaksanakan ujian selama empat hari. Terhitung sejak tanggal 14 – 17 April.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Sholichin mengatakan, pelaksanaan UAS merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaan ujian, pengawas berasal dari guru dan petugas lapas.
“Untuk jadwal ujian sendiri disesuaikan dengan kegiatan internal lapas,” jelas Sholichin.
Dua warga binaan yang mengikuti ujian adalah yang masih dalam status pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di wilayah Kabupaten Kediri. Mereka melaksanakan ujian dengan didampingi guru dari utusan Dinas Pendidikan.
Menurutnya, keberadaan mereka di lapas tidak bisa menjadi alasan untuk berhenti belajar atau bersekolah. Sebab selama di dalam lapas mereka tetap bisa belajar. Meskipun dengan cara dan suasana yang berbeda dari biasanya.
“Lapas anak ini kami pisahkan dari yang dewasa. Itu dilakukan agar mereka tidak terkontaminasi atau terpengaruh buruk. Sehingga ketika waktunya belajar mereka tetap bisa menjalankan kewajibannya sebagai pelajar,” imbuhnya.
Untuk diketahui, dua warga binaan yang mengikuti ujian ini berusia 18 tahun. Mereka ditahan karena terlibat dalam kasus pengeroyokan. “Kebanyakan yang usianya remaja disini kasusnya adalah tawuran antar pelajar atau pengeroyokan sesama anak muda,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Meskipun usianya sudah dalam kategori remaja menuju dewasa, Sholichin berupaya untuk tetap memberikan haknya sebagai seorang pelajar. Seperti memberikan sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran.
“Kami selalu berupaya memberikan fasilitas terbaik. Agar mereka tetap bisa memenuhi kewajibannya sebagai pelajar,” tandasnya.
Selain dua warga binaan yang disebutkan di atas, ada juga satu warga binaan yang baru akan mengikuti ujian. Dia berusia 19 tahun dan berasal dari SMKN Kota Kediri.
“Kebetulan mereka semua yang mengikuti ujian itu saat ini berada di kelas 12,” akunya.
Baca Juga: Temukan Sajam Rakitan saat Razia Gabungan, Ini Komentar Kepala Lapas Kelas IIA Kediri
Terakhir, Sholichin menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi anak menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan. “Pendidikan adalah kunci agar mereka tetap memiliki masa depan, meski sedang menjalani masa pembinaan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian