KEDIRI, JP Radar Kediri- Tim gabungan Polres Kediri dan Polda Jatim berhasil meringkus terduga pelaku pengeroyokan Moh. Hidris Rayyan, 17, di Desa Menang, Pagu pada Sabtu pagi (29/3). Sedikitnya, ada 14 remaja yang diamankan.
Dari 14 remaja tersebut lima diantaranya terindikasi sebagai terduga pelaku yang menyebabkan Rayyan meninggal dunia.
Mereka adalah HGPS, 13, RAS, 15, FAF, 12, asal Kecamatan Pagu. Lalu, MAFI, 16, dan ESP, 13 warga Kecamatan Ngasem.
“Pada Jumat (28/3) malam lalu, sekitar pukul 20.00 WIB kami mulai mendapatkan titik terang,” jelas Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto.
Ada puluhan rekaman closed circuit television (CCTV) yang diperiksa polisi. Hingga akhirnya mengarah pada tiga terduga pelaku yang bersembunyi di wilayah Tulungagung.
Ketiganya dibekuk Sabtu pagi (29/3). Dari hasil pengembangan, 14 remaja akhirnya berhasil diamankan siang harinya.
Tak hanya terduga pelaku. Petugas juga mengamankan enam unit sepeda motor yang diduga digunakan gerombolan tersebut beraksi.
“Kami juga amankan kendaraan Yamaha Nmax warna merah yang diduga digunakan saat kejadian,” jelas Bimo.
Pihaknya lantas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para terduga pelaku tersebut. “Saat ini terduga pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Kediri guna proses lebih lanjut,” tegas perwira dengan dua melati emas tersebut.
Mereka terancam pasal 80 ayat (3) jo. Pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 170 ayat (3) KUHP.
“Alhamdulillah (sudah berhasil terungkap) bro. Kamtibmas Kediri wajib kondusif,” tandas Bimo.
Terpisah, Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras Ditreskrimum) Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur juga membenarkan terkait penangkapan tersebut.
“Yang di Tulungagung itu karena mereka melarikan diri karena takut tertangkap,” jelas pria yang akrab disapa Jumhur tersebut.
Dia mengatakan, bahwa Tim Polda Jatim baru kembali ke Surabaya sekitar pukul 15.00 kemarin.
Seperti diberitakan, petaka berujung meninggalnya Rayyan itu berawal saat korban berangkat ke area Simpang Lima Gumul (SLG) Minggu malam (23/3).
Saat itu, Rayyan berboncengan dengan Zaki Amani, 17, dan Hendra Reza, 18. Tiga teman lainnya juga berboncengan menggunakan satu motor berbeda.
Sekitar satu jam berada di Kawasan SLG, enam pemuda asal Pare yang mengendarai dua sepeda motor itu pulang sekitar pukul 01.30 WIB.
Saat melintas di Desa Menang, Pagu, mereka berpapasan dengan gerombolan yang melaju dengan memenuhi jalan raya.
Tak sekadar berkonvoi, dari keterangan para korban, mereka juga membawa parang dan balok kayu.
Selanjutnya, gerombolan itu meminta Zaki dan teman-temannya berhenti sembari melontarkan kata-kata kotor.
Menyadari bahaya di depannya, sepeda motor yang disopiri Hendra itu langsung melaju kencang.
Setelah jarak terpaut jauh, Zaki berhenti di area kafe di Ngasem untuk menunggu tiga temannya yang mengendarai motor lain.
Rupanya yang menyusul adalah gerombolan berparang tersebut. Zaki dan dua temannya kembali kabur.
Namun, kali ini mereka terkejar. Saat tiba di Desa Menang, Pagu, sepeda motor mereka ditendang. Selanjutnya tiga pemuda itu terjatuh.
Zaki dan Hendra yang dalam kondisi luka dan patah tangannya berhasil kabur ke area persawahan.
Sedangkan Rayyan yang tertangkap basah menjadi bulan-bulanan. Akibatnya, dia mengalami koma dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 03.00 Selasa (25/3) lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita