Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Kata Pemkot Kediri soal Pelecehan Seksual yang Terjadi di Kampus?

Emilia Susanti • Senin, 17 Maret 2025 | 17:34 WIB

 

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Tindakan pelecehan seksual tidak bisa dibiarkan. Apalagi yang terjadi di lingkup pendidikan. Baik di tingkat sekolah maupun universitas. Sayangnya, hal tercela itu masih saja terjadi. Satu hal yang sangat disayangkan oleh pemerintah.

“Pastilah kami prihatin atas kejadian pelecehan seperti itu,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri Arief Cholisudin Yuswanto.

Pria yang akrab disapa Cholis itu menjelaskan bahwa sejatihnya mahasiswa tergolong sebagai orang dewasa.

Karena itu dia berharap mereka bisa mengantisipasi hal-hal yang mengarah kepada pelecehan. Agar tidak menjadi korban.

“Namun kami juga siap melayani apabila korban membutuhkan pendampingan psikologis,” lanjutnya.

Cholis juga mengimbau untuk instansi pendidikan utamanya kampus untuk membentuk satgas pencegahan pelecehan seksual.

Tak hanya itu, pihak kampus juga harus massif dalam memberikan imbauan dalam bentuk apapun. Sehingga tidak terjadi pelecehan seksual.

“Apabila terjadi harus memberikan tindakan tegas terhadap pelaku agar menjadi efek jera,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pelecehan memang harus benar-benar mendapat perhatian. Ketika terjadi kasus pelecehan maka harus dilanjutkan ke proses pidana. Pasalnya, kasus kekerasan akan selelu menimbulkan rasa traumatik bagi para korban.

Cholis juga menjelaskan bahwa semua perempuan yang mendapat kekerasan dapat melapor. Entah itu yang masih anak-anak ataupun sudah dewasa.

Untuk mahasiswa, mereka bisa memilih untuk mengajukan pendampingan atau melaporkan secara mandiri.

“Beda dengan anak-anak yang memang harus kami dampingi karena mental anak masih sangat labil,” terangnya.

Sementara, langkah yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam mengatasi persoalan pelecehan seksual ini adalah dengan pencegahan, penanganan, dan pendampingan bagi para korban. Untuk anak-anak, pihaknya aktif dalam memberikan sosialisasi.

Terkait pencegahan, pemkot akan memberikan informasi tentang bagaimana bentuk dari pelecehan dan cara menghindarinya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mendorong agar para korban ini memiliki keberanian untuk melapor.

“Mari kita bersama-sama mencegah adanya pelecehan maupun kekerasan seksual terhadap perempuan dengan meningkatkan kepedulian terhadap kontrol sosial, lingkungan, maupun pergaulan,” tandasnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #mahasiswa #pendidikan #universitas #pemkot kediri #jawapos #kampus #pelecehan