Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bocah Korban Pencabulan Bapak Kandung di Kediri Mengalami Trauma Psikis

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 24 November 2024 | 17:05 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Lara, 12-bukan nama sebenarnya-ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah menjadi korban kebiadaban ayah kandungnya yang tega menyetubuhi, kini dia didera trauma psikis.

Bocah yang tinggal dengan neneknya, di salah satu desa di Kecamatan Gampengrejo ini tak hanya takut bertemu dengan Wan, 31, sang pelaku.

Dia juga malu bila bertemu warga sekitar rumah tinggalnya. Menyusul tersebarnya berita yang menimpa dirinya tersebut.

Polisi pun tak tinggal diam. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri sudah menyiapkan untuk melakukan pendampingan.

“Entah itu pelaku anak, entah itu korban, selalu ada pendampingan,” tegas Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama melalui Kanit PPA Ipda Heri Wiyono.

Perwira pangkat dua balok emas di Pundak itu mengatakan, saat ini kondisi psikis korban sedang tidak baik-baik saja. Dia takut bertemu dengan Wan. Selain itu, dia juga malu bersosialisasi dengan masyarakat.

“Karena memang kabarnya cepat menyebar juga. Tentu itu membuat kondisi mental korban terganggu,” jelas Heri.

Heri mengaku, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2-KB-P3A) Kabupaten Kediri.

Berdialog untuk mendampingi korban kekerasan seksual. Terkait kondisi psikis korban yang terdampak, Heri mengatakan, diperlukan peranan psikolog untuk menenangkan Lara.

“Tentunya kami bersama DP2-KB-P3A juga bekerjasama dengan psikolog untuk mendampingi korban,” jelas Heri.

Seperti diberitakan, Lara merupakan anak di luar nikah Wan. Yan, sang ibu, menjalin hubungan dengan Wan hingga hamil. Namun, keduanya memutuskan untuk tidak menikah. Justru Yan menikah dengan orang lain.

Belakangan, kondisi Yan yang hamil duluan diketahui oleh sang suami hingga keduanya bercerai. Dari sana, pihak keluarga pun mengakui jika Wan merupakan ayah biologis dari Lara.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Madu Klanceng di Kediri Hanya Menjadi Tahanan Kota

Setelah Lara beranjak dewasa, Wan juga semakin dekat. Bahkan, belakangan Lara juga biasa diajak Wan untuk berkunjung ke rumahnya.

Pada Agustus lalu, Lara yang bermain hingga larut malam tidak berani pulang ke rumah neneknya. Dia lantas pergi ke rumah sang ayah dan menginap di sana.

Bukannya melindungi anaknya, Wan justru melakukan aksi jahatnya. Sekitar pukul 01.00 dini hari, dia menyetubuhi anaknya yang sedang tertidur. Lara yang ketakutan tidak berani memberitahukan hal tersebut kepada ibu dan neneknya.

Karena itu pula, persetubuhan Wan dan Lara terus berulang hingga September lalu. Sedikitnya, pria yang bekerja sebagai petani itu menyetubuhi putrinya sendiri hingga tujuh kali.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #korban pencabulan #disetubuhi ayah kandung #jawapos #trauma psikis