KEDIRI, JP Radar Kediri- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri akan mencari distributor besar jajanan asal Tiongkok, La Tiao.
Tujuannya untuk memetakan ke mana saja jajanan viral yang banyak menyebabkan keracunan tersebut diedarkan. Sehingga memudahkan upaya untuk pengamanan.
“Adanya hal tersebut (kejadian keracunan akibat La Tiao, Red) di seluruh Indonesia, termasuk Kediri, diminta untuk pengamanan produk.
Di pusat, importir juga sudah diminta menarik produk tersebut,” terang Kepala BPOM Kediri Gidion kemarin.
Sebelumnya, La Tiao terbukti mengandung bakteri bacillus cereus. Mengakibatkan banyak kejadian keracunan di berbagai tempat di tanah air.
Seperti di Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau.
Menurut Gidion, ada 70 jenis jajanan yang banyak dikonsumsi anak-anak tersebut yang masuk ke Indonesia. Hanya, di wilayah Kediri, belum terdeteksi berapa jenis yang diperjualbelikan.
Yang pasti, beberapa distributor besar serta grosir yang memperjualbelikan. Artinya, makanan ini menjamur di area Kediri.
Gidion menegaskan, BPOM Kediri sudah turun ke beberapa titik. Melakukan pengecekan dan menyarankan agar produk tersebut tak diperjualbelikan.
“Kami juga menekankan untuk return jajanan tersebut,” tegasnya.
Selain itu, BPOM juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) dan dinas pendidikan (disdik) di area Kediri.
Sebab, yang paling banyak yang mengonsumsi adalah anak-anak. Sehingga anak usia sekolah yang paling rawan terkena dampak.
Baca Juga: Tersangka Perampokan Minimarket Jadi Tahanan Kejaksaan Negeri Kota Kediri
“Untuk jadi perhatian, sampaikan kepada anak didik untuk tidak membeli jajan itu,” ujar Gidion, menyebutkan pesan kepada disdik.
Terkait kasus keracunan di wilayah Kediri, Gidion menyebut belum ditemukan. Hingga kemarin tak ada pengaduan dari warga terkait hal tersebut.
Meskipun demikian, BPOM tetap memasang kewaspadaan tinggi.
“Di Kediri belum ada laporan. Semoga jangan (sampai terjadi). Kami juga berkoordinasi dengan dinkes dan mereka menyebut belum ada kasus yang ditemukan,” terangnya.
Sementara itu, terkait isu penemuan residu pestisida di atas batas aman pada produk anggur Shine Muscat di Thailand, Gidion menyebut hasilnya berbeda dengan di Indonesia.
Berdasar hasil uji cepat BPOM dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), buah impor tersebut aman dikonsumsi.
“Kami kemarin kolaborasi akan melakukan pengujian. Benar gak kadarnya ini melebihi? Karena otoritas Tiongkok juga tidak ada rilis mengenai produk tersebut yang bahaya,” jelasnya.
Dia berpesan, agar masyarakat mencuci dengan bersih buah sebelum dimankan. Untuk memastikan agar bisa terhindar dari adanya sisa pestisida.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah