Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bayi yang Dibuang di Perumahan Mojoroto Indah Kota Kediri Diserahkan ke Pihak Keluarga

Ayu Ismawati • Jumat, 27 September 2024 | 16:45 WIB
Serahkan Bayi Mojoroto ke Keluarga Tak Bisa Merawat, Calon Pengadopsi Gigit Jari
Serahkan Bayi Mojoroto ke Keluarga Tak Bisa Merawat, Calon Pengadopsi Gigit Jari

KEDIRI, JP Radar Kediri- Nasib bayi yang dibuang ibunya di blok F Perumahan Mojoroto Indah pada Minggu (15/9) lalu, akhirnya menemui titik terang. Kemarin, bayi laki-laki yang selama ini dirawat di ruang Panji RSUD Gambiran itu diserahkan kepada keluarga.

Hal tersebut dilakukan setelah keluarga kandung bayi sepakat bertanggung jawab dan mau merawat.

Adapun proses penyerahan berlangsung di ruang pertemuan lantai 4 RSUD Gambiran. Bayi diserahkan oleh RSUD Gambiran kepada Dinas Sosial Kota Kediri selaku penanggung jawab awal.

Setelah itu, bayi diserahkan kepada keluarga, disaksikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri. Pertemuan tertutup itu berlangsung mulai pukul 10.30 kemarin.

Karena orang tua bayi merupakan warga Kabupaten Kediri, pendampingan kasusnya pun diserahkan kepada Dinsos Kabupaten Kediri. Termasuk pendampingan apabila ada calon orang tua asuh (COTA) yang ingin mengadopsi.

“Keluarga semua siap merawat,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kediri Sri Pancawati.

Terkait pengajuan adopsi, informasi yang diterimanya ada 6-7 keluarga yang mengajukan adopsi. Hanya saja, kesempatan adopsi itu tertutup setelah keluarga bersedia merawat sendiri bayinya.

“Dan itu memang yang terbaik untuk si anak,” ujar perempuan yang akrab disapa Panca itu.

Adopsi—lanjut Panca—baru bisa dilakukan jika keluarga inti dan keluarga besar memang menyetujui. Dengan begitu, prosedur adopsi bisa dilakukan melalui keluarga langsung maupun lewat pemerintah.

“Kalau diserahkan ke pemerintah, kita harus berikan ke UPT PPSAB (Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita) di Sidoarjo. Di sana memang menampung anak-anak terlantar, terutama yang tidak ditemukan orang tuanya,” bebernya.

Lebih jauh Panca menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan asesmen kepada keluarga bayi. Menurutnya, orang tua si bayi itu terdata dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Dengan begitu seharusnya mereka termasuk penerima bantuan seperti BPNT dan PKH.

“Kita nggak bisa menyalahkan siapa-siapa. Kita nggak tahu kondisinya seperti apa. Yang penting saat ini si anak sudah di dalam lingkungan keluarganya,” tandasnya sembari menyebut pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap bayi.

Untuk diketahui, kemarin bakap bayi juga hadir dalam seremoni penyerahan. Dia didampingi oleh beberapa saudaranya. Mereka sepakat bahwa bayi tidak akan diberikan untuk diadopsi.

“Terutama dari Pakde-nya tadi yang bilang kalau semua siap membesarkan si anak itu bersama-sama dan tidak akan diberikan ke orang lain,” tandasnya.      

Seperti diberitakan, pelaku pembuangan bayi yang tak lain merupakan ibu kandung korban sudah berhasil ditangkap polisi pada Kamis (19/9) lalu.

Fitri, 37, yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu ditangkap sepulang kerja di Jl Kawi, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.

Perempuan asal Desa Pagung, Semen, Kabupaten Kediri itu tega membuang darah dagingnya sendiri karena faktor ekonomi.

Ibu empat anak itu mengaku tidak mampu menghidupi sang bayi. Berdasarkan penyelidikan polisi, suami Fitri mengaku tidak mengetahui kehamilan istrinya itu.

Hingga pada akhirnya berujung pada Fitri yang melahirkan sendiri di area sepi Perum Mojoroto pada Jumat (13/9) lalu.

Setelah melahirkan dan memotong tali pusar sendiri dengan pisau, Fitri lantas meletakkan anaknya yang masih merah itu di atas pecahan keramik.

Bayi malang itu hanya dibungkus dengan jaket lusuh dan jaket jumper warna merah. Sebelum pada akhirnya ditemukan masih hidup oleh seorang pemulung pada Minggu (15/9) lalu. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Perumahan Mojoroto Indah #dibuang #bayi #COTA #RSUD Gambiran #jawapos