KEDIRI, JP Radar Kediri - Polres Mojokerto melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kasus pembunuhan dan pembuangan mayat Anyk Mariyanni, 37, di hutan tepi jalan Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, pada Jumat (13/9) lalu.
Korps baju cokelat tengah mengendus adanya dugaan keterlibatan orang terdekat dari tewasnya perempuan asal Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri tersebut.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama mengatakan, kasus ini menjadi atensi korps Bhayangkara.
Hasil penyelidikan sementara, petugas justru mengendus keterlibatan orang terdekat korban.
’’Kemungkinan arahnya (pelaku dari) orang-orang terdekat korban,’’ ujarnya, kemarin.
Sejumlah saksi dari pihak keluarga korban turut dimintai keterangan. Tujuannya mengurai runtutan benang merah pembuangan jasad Anyk di lereng Gunung Welirang tersebut.
Hanya saja, Nova belum bisa menyampaikan detail terkait hal tersebut. Lantaran proses penelusuran masih dilakukan petugas.
’’Saat ini masih kami dalami. Nanti hasilnya seperti apa, akan kami sampaikan lagi,’’ lanjut Nova.
Meski demikian, menurut Nova pihaknya sudah mengantongi sejumlah petunjuk.
Terutama dari barang bukti yang diamankan di lokasi. Mulai dari inner hijab warna hitam putih, ikat rambut warna merah, hingga satu liontin kalung emas.
Polisi juga mengamankan rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi.
Berdasar informasi awal, Anyk dimungkinkan dibuang pelaku di tepi jalan dengan mengendarai mobil korban yang berjenis sedan.
’’Olah TKP sampai pengamatan dari setiap sisi jalan yang kemungkinan dilewati korban sudah kami lakukan. Sekarang, (bukti dan petunjuk yang ada) sedang kami analisa semua,’’ beber mantan Kasatreskrim Polres Kediri Kota ini.
Untuk diketahui, Anyk Mariyanni, 37, ditemukan tergeletak tak bernyawa oleh petugas Tahura R Soerjo yang sedang patroli di hutan kawasan Lemah Abang, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jumat (13/9) pagi.
Warga Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, ini terbujur kaku memakai baju warna pink dan celana hitam.
Dia diduga dibunuh dan sengaja dibuang di tepi jalan lantaran terdapat luka dan bercak darah di wajahnya.
Jenazah Anyk dimakamkan di TPU Desa Wonosari, Pagu pada Sabtu (14/9) pagi. Sehari berselang, keluarga perempuan cantik itu masih syok dengan kepergian putri mereka.
Ketua RT 01, RW 05, Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Sarno mengatakan, kemarin anggota Satreskrim Polres Mojokerto kembali mendatangi kediaman Anyk.
“Polres Mojokerto katanya datang untuk tanya-tanya ke keluarga Mbak Anyk,” tuturnya ditemui koran ini di rumahnya, kemarin sore.
Sesuai keterangan keluarga, menurut Sarno hingga kemarin belum ada hasil signifikan dari penyelidikan polisi.
“Saya tanyakan ke pamannya, belum ada perkembangan. Titik temune temune dereng enten (belum ada kesimpulan dari penyelidikan polisi, Red),” lanjut Sarno.
Seperti diberitakan, Anyk terakhir kali terlihat pada Kamis (12/9) sore. Sekitar pukul 18.30 dia pamit kepada ibunya untuk pergi ke luar kota. Sekitar pukul 21.00 Anyk juga masih berkomunikasi lewat sambungan seluler dengan tetangganya. Namun, sekitar pukul 01.00 dia sudah lost contact.
“Jam 21.00 itu masih WA-nan sama Mba Ratna (tetangga Anyk), tasik aktif HP-nya. Jam 01.00 sudah tidak bisa dihubungi,” jelasnya.
Sarno mengaku tidak tahu persis kemana Anyk pergi. Yang dipamiti hanya Warsini, ibunya. Hingga kemarin perempuan tua itu masih syok. Dia belum bisa dimintai keterangan dengan jelas.
“Ibunya menangis terus. Jadi belum bisa banyak dimintai keterangan juga,” paparnya.
Lebih jauh Sarno menyebut Anyk sebagai sosok yang baik di lingkungan. Karenanya, begitu mendengar kabar kematiannya secara tragis, tidak hanya kerabat Anyk saja yang syok, tetangga sekitar ikut terkejut dan sedih.
Sebelumnya, Anyk ditemukan tewas dengan beberapa luka lebam di tubuhnya. Mulai di area mulut, mata, dan dahinya. Tidak hanya itu, di wajahnya juga didapati bercak darah.
“Kalau dari keterangan yang saya dengar, mobilnya yang dibuat berangkat juga tidak ada. Belum tahu hilang atau diamankan polisi,” jelasnya sembari menyebut ponsel Anyk juga raib.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah