KEDIRI, JP Radar Kediri–Konflik perguruan silat kembali memakan korban. Iqbal Isidimas Saputra, 17, warga Kelurahan Sukorame, Mojoroto tewas dini hari kemarin. Dia terjatuh setelah sepeda motor yang dikendarainya ditendang oleh orang tak dikenal saat melintas di Jl Suparjan Mangun Wijaya sekitar pukul 01.55.
Berdasar rekaman closed circuit television (CCTV) yang diterima koran ini, saat di tempat kejadian perkara, motor yang dikendarai oleh Iqbal dan temannya, ditendang oleh pemotor lain. Akibatnya, motor langsung terpental dan Iqbal terjatuh. “Anak saya dibawa ke RS Lirboyo. Saya dikabari kalau sudah meninggal sekitar pukul 02.00 (dini hari, Red),” aku Hari Purwanto, 54, ayah Iqbal.
Lebih jauh Hari mengatakan, pada Sabtu malam dia sempat mengajak anaknya untuk membantunya bekerja mengangkut bambu. Namun, tak ada jawaban dari Iqbal. Dia justru pergi bersama teman-temannya.
Sebelum keluar, Iqbal sempat meminta uang Rp 5 ribu. Namun, Hari tak memberikan karena memang tidak punya uang. “Pukul 00.30 saya terbangun dan mencari Iqbal tapi ternyata belum pulang ke rumah,” lanjut Hari sembari menyebut dirinya langsung cemas. Sesekali Hari keluar rumah untuk mengecek.
Melihat Iqbal tak kunjung pulang, dia memutuskan mengambil bambu ke salah satu kelurahan di Kota Kediri. Satu jam berselang atau sekitar pukul 02.00 dini hari, dia kaget melihat banyak teman Iqbal di depan rumahnya. “Temannya memberi kabar kalau Iqbal kecelakaan dan dirawat di RS Lirboyo,” beber Hari.
Hari yang juga melihat rekaman CCTV, mengaku melihat jelas kronologi kecelakaan yang dialami anaknya. Sebelum insiden penendangan motor itu, Iqbal yang berboncengan dengan temannya berpapasan dengan konvoi anggota perguruan silat lain di TKP.
Saat itu, Iqbal berkendara dari arah selatan ke utara. Sedangkan pelaku berkendara dari arah utara ke selatan. Namun, sesaat kemudian rombongan pesilat dari perguruan lain itu memutar dan mengejar Iqbal. “Anak saya kebetulan ikut perguruan pencak silat SH (Setia Hati Teratai, Red),” jelas Hari sembari menyebut saat kejadian anaknya memakai jaket hitam tanpa atribut perguruan.
Sayang, Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin belum bisa dikonfirmasi terkait penanganan kasus kematian Iqbal. Saat dihubungi koran ini tidak diangkat. Pesan yang dikirim lewat WhatsApp juga tidak dibalas.
Sumber koran ini menyebutkan, konflik antar-perguruan silat mulai memanas selama dua minggu terakhir. “Berawal dari aksi saling tantang di media sosial, akhirnya anggota perguruan silat melakukan aksi sweeping. Saat kejadian itu semua (dua pihak yang terlibat, Red) sedang sweeping anggota lain,” ungkap sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu.
Merespons hal tersebut, polisi sudah menggiatkan patroli hingga pukul 01.00 dini hari. Namun, ternyata sweeping dilakukan setelah patroli selesai. “Setelah kejadian (kecelakaan Iqbal, Red) di daerah Kedungsentul, Lingkungan Betik (Kelurahan Ngampel, Mojoroto, Red) juga ada aksi saling lempar batu antara dua perguruan silat. Massa perguruan yang melakukan sweeping bertemu dan bentrok,” tandas sumber Jawa Pos Radar Kediri di Polres Kediri Kota.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah