Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenalan Lewat MiChat, Pelajar di Kampung Inggris Pare Kediri Dicabuli Wanita Jadi-jadian

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 17 Juli 2024 | 20:19 WIB
KENA BATUNYA: Polisi menggelandang RP, 29, warga Pare yang mencabuli OW hingga empat kali di rumah kontrakannya (12/7).
KENA BATUNYA: Polisi menggelandang RP, 29, warga Pare yang mencabuli OW hingga empat kali di rumah kontrakannya (12/7).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Konsentrasi OW belajar di Kampung Inggris seketika buyar. Pemuda berusia 16 tahun itu memolisikan RP, 29, warga Kecamatan Pare. Pasalnya, dia telah mencabuli pemuda asal Semarang, Jawa Tengah tersebut sembari menodong dengan gunting dan memborgolnya.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, peristiwa pencabulan itu berawal pada Jumat (5/7) lalu. Saat itu, OW yang tengah senggang memainkan aplikasi MiChat. Di aplikasi berwarna hijau itu, RP mengaku bernama Ajeng.

Foto profil RP di aplikasi MiChat memang menggunakan foto perempuan berparas cantik. “Setelah berkenalan lewat MiChat, mereka melanjutkan komunikasi lewat WhatsApp,” kata Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama.

Sekitar seminggu berkomunikasi, percakapan RP dengan OW sempat terjeda. Selanjutnya pada Jumat (12/7) lalu, RP kembali menghubungi OW. Dia juga mengirimi video bergambar perempuan seksi. Tujuannya agar OW tertarik.

Sekitar pukul 23.00, RP mengajak OW untuk datang ke kontrakannya di Desa Tertek, Pare. “Awalnya, korban tidak mau karena hari sudah malam dan dia juga takut,” lanjut Fauzy.

Agar OW bersedia, RP berdalih akan meminta saudaranya untuk menjemput ke kawasan Kampung Inggris. "Pelaku bilang nggak apa-apa, nanti biar ada saudara saya yang jemput kamu. Bilang aja kalau kamu sepupu saya," sambung Kanit PPA Polres Kediri Ipda Heri Wiyono menirukan ucapan RP pada OW.

Selanjutnya, RP menjemput OW. Dia menyaru sebagai sepupu Ajeng, yang tak lain adalah karakter rekaannya sendiri. OW pun percaya dan bersedia ikut dengan RP ke kontrakannya.

Saat tiba di kontrakan di Desa Tertek, Pare, OW sempat diminta menunggu di luar kontrakan. Di saat bersamaan, RP masuk ke dalam kontrakan lewat pintu belakang. Hanya dalam waktu beberapa menit, dia langsung ganti pakaian dan memakai daster.

Agar menyerupai perempuan, RP juga memakai wig atau rambut palsu. Dalam kondisi lampu mati, korban disuruh masuk ke dalam rumah. Saat itu, OW menurut saja saat diminta melepaskan pakaiannya. Sejurus kemudian, RP mencabuli OW.

Saat OW memegang kemaluan pelaku, saat itulah dia menyadari jika perempuan berdaster dan berambut panjang di depannya ternyata laki-laki alias perempuan jadi-jadian. "Awalnya korban ingin pulang, tapi diancam menggunakan gunting,” terang Heri.

Agar OW tidak lari, dia juga diborgol oleh RP. Satu borgol dipakaikan di tangan OW. Adapun satu lainnya dipasang di tangan RP. Tak bisa lari lagi, OW hanya bisa pasrah. Tak cukup sekali, OW dicabuli hingga empat kali. Yakni, mulai pukul 00.00 Jumat (12/7) dini hari hingga pukul 10.00 Sabtu (13/7).

Setelah terbangun sekitar pukul 10.00, tangan OW tidak lagi diborgol. Dia lantas menggunakan kesempatan tersebut untuk merekam kondisinya dan mengirimkan kepada sang ayah di Semarang. “Keluarga langsung melapor ke polisi. Sore (13/7) tim buser menggerebek kontrakan pelaku,” jelas Heri.

Saat itu juga RP langsung diamankan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai kondom, pelumas seks, seprai, dan ponsel pelaku. Adapun kondisi OW saat ini disebut masih trauma. “Kami menunggu hasil pemeriksaan psikolog,” papar Heri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #wanita #michat #polres kediri #pencabulan #jawa pos #pelecehan