KEDIRI ,JP Radar Kediri- Jaksa mengembalikan berkas kasus kematian Bintang Balqis Maulana, 14, santri Ponpes Al Hanafiyyah, Mojo kepada penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota pada Selasa (23/4). Korps Adhyaksa itu menganggap berkas dua tersangka MA, 18, santri asal Sidoarjo; dan MN, 18, santri asal Nganjuk belum lengkap.
Pengembalian berkas itu setelah jaksa melakukan penelitian berkas dan berkoordinasi dengan semua tim. Hasilnya, masih ada yang materi yang harus dilengkapi. Diantaranya adalah menambahkan keterangan dari saksi. Sehingga saat persidangan, fakta menyebabkan Bintang meninggal dunia bisa terbuka dengan terang benderang. “Berkasnya kami kembalikan ke penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota untuk dilengkapi. Tahapannya saat ini melengkapi berkas,” terang Kasi Pidum Kejari Kabupaten Kediri Aji Rahmadi.
Penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota dapat mengembalikan berkas tersebut selambatnya minggu depan. Jika nanti berkas itu diterima maka kejaksaan akan menyiapkan surat dakwaan untuk kemudian dibawa ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri.
Untuk diketahui, MA dan MN akan menyusul dua tersangka lainnya yang masih anak-anak yakni AK, 17, santri asal Surabaya, dan AF, 16, santri asal Bali. Untuk AK dan AF lebih dulu menjalani proses persidangan. Keduanya bocah itu terbukti bersalah dan telah divonis menjalani hukuman selama enam tahun, enam bulan pidana penjara. Keduanya dijerat dengan hukum sesuai dengan dakwaan alternatif pertama. Yaitu, pasal 80 ayat 3 jo pasal 76C UU Perlindungan Anak.
Kasus yang menjadi perhatian publik ini terjadi pada Rabu (21/2). Saat itu, Bintang dipukuli oleh empat orang sesama santri di Ponpes Al Hanafiyah. Dia menjadi korban penganiayaan para seniornya karena pelaku tidak senang dengan sikap siswa MTs itu yang sering mengadu ke orang tuanya. Yakni, menceritakan kesulitannya di pesantren.
Perbuatan Bintang tersebut membuat empat pelaku tidak senang. Sekitar pukul 18.00 Rabu (21/2) lalu, dua pelaku yang salah satunya AF, memukuli Bintang. Beberapa saat kemudian datang pelaku lain melakukan pemukulan yang sama.
Akibat kejadian tersebut, Bintang yang sakit tidak langsung dibawa ke dokter. Melainkan hanya dirawat di kamarnya. Dia baru dibawa ke RS Arga Husada Ngadiluwih pada Jumat (23/2) pagi setelah kondisinya lemah dan pucat. Beberapa saat kemudian, dia dinyatakan meninggal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah