KEDIRI, JP Radar Kediri - Sudah hampir seminggu tempat penyimpanan limbah tulang sapi di persawahan Kelurahan Ngampel, Mojoroto ditutup. Hingga kemarin, pencemarannya masih dirasakan warga. Aroma tidak sedap pun masih merebak meskipun bangunannya sudah hilang.
Petani yang menggarap sawah di sekitar tempat penyimpanan limbah tersebut merasakan bau busuk yang sangat menyengat. Selain aroma tidak sedap, banyak lalat berterbangan di bekas gudang. "Baunya semakin kuat saat ada hujan angin," ungkap Rijadi, 55, warga RT 05, Kelurahan Ngampel, Mojoroto.
Munculnya bau busuk tersebut karena masih ada sisa tulang sapi yang berserakan di bekas gudang penyimpanan. Rijadi berharap, agar tulang-tulang tersebut dibersihkan sehingga aromanya bisa hilang. "Jika tidak bisa dibersihkan, mungkin nunggu banjir baunya hilang sendiri," keluh Rijadi.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, tulang-tulang sapi masih berserakan di bekas tempat penampungan limbah tersebut. Sebagian tulang masih basah dan lekat dengan daging. Lalat berkerumun di tulang yang masih ada cuilan dagingnya. Aroma busuk tidak sedap tercium hingga jarak seratus meter.
Baca Juga: Terdakwa Kasus Korupsi Dana RSKK Hanya Divonis 2 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan
Diberitakan sebelumnya, berdirinya gudang limbah tulang sapi tersebut belum berizin. Baru tiga hari beroperasi, warga yang mengeluh bau busuk dari limbah tulang tersebut langsung menggeruduknya. Mereka memaksa agar kegiatan penampungan limbah tulang sapi dihentikan dan harus tutup permanen.
Polsek Mojoroto pun turun tangan menindaklanjuti aduan dari masyarakat. Polisi memanggil pemilik penampungan limbah jagal sapi dan meminta agar penampungan limbah ditutup.
“Pemilik membuat surat pernyataan yang isinya, bersedia membersihkan gudang tersebut dan memindahkan limbah tulang hewan ternak ke tempat lain yang tidak menimbulkan keresahan warga,” jelasnya.
Pemilik gudang langsung mengosongkan gudang tersebut pada Senin malam (15/4). Setelah melakukan pengosongan, keesokan harinya pada Selasa (16/4) membongkar bangunan gudang penampungan limbah tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah