KEDIRI, JP Radar Kediri – Razia ke tempat hiburan malam terus dilakukan petugas gabungan selama Ramadan ini. Namun, ada dugaan razia yang berlangsung kemarin malam (28/3) sudah diketahui para pemilik kafe dan tempat karaoke. Sehingga mereka bisa mengantisipasi dengan tutup sebelum petugas datang.
Indikasi razia tersebut sudah diketahui pemilik kafe terlihat ketika petugas mendatangi tempat hiburan bernama X One Cafe di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Gerbang di kafe ini masih terbuka. Pintu geser dari besi belum terkunci. Kemudian, di meja pengunjung yang berada di luar ruko terdapat gelas bekas digunakan untuk minum kopi.
Namun, tak ada satu orang pun yang ada di kafe tersebut. Ketika polisi dari Polres Kediri Kota memasuki bilik-bilik tempat karaoke, juga tak menemukan satu orang pun. Hannya, lampu-lampu di kafe ini masih menyala.
“Memang tadi ada yang masih seperti ada kegiatan. Tetapi kami tidak tahu (apakah informasi razia bocor) atay mungkin ada yang sudah tahu pas dititik awal kami razia,” aku Kasatsamapta Polres Kediri Kota Iptu Priyo Hadistyo.
Razia tersebut digelar gabungan antara Satsamapta Polres Kediri Kota dan Satpol PP Kabupaten Kediri. Sasarannya adalah kafe-kafe dan tempat hiburan yang ada di wilayah barat sungai. Yaitu di Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Semen.
“Dari hasil pengecekan, semua mematuhi aturan,” sambung Priyo.
Razia tersebut menyasar tujuh titik tempat hiburan. Menurut Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio, razia ini sebagai tindak lanjut SE bupati tentang penutupan total tempat hiburan.
Tim razia gabungan bergerak dari Pendapa Kabupaten Kediri sekitar pukul 09.00. Yang dituju pertama kali adalah Cafe 99 yang teletak di Kecamatan Banyakan. Di tempat ini tidak ditemukan aktivitas baik pengunjung maupun pengelola.
Setelah itu tim bergerak menuju Top Up Cafe dan X One Cafe, dua tempat karaoke ini letaknya bersebelahan. Di X One Cafe inilah ada indikasi baru ditinggalkan oleh pengunjung. Sebab, selain ada cangkir bekas minum kopi juga ada satu charger yang tertinggal.
Ketika tim gabungan memasuki ruangan kafe, terliaht dua botol bir merk Bintang di salah satu ruangan karaoke. Serta puluhan botol kosong bir maupun anggur yang tersimpan di ruangan pembayaran.
“Ini kayaknya habis ada aktivitas didalmnya “ kata Kaleb curiga.
Memang, meskipun AC telah mati namun ruangan tersebut masih terasa dingin. Seperti baru dimatikan. Selain itu, petugas juga menemukan botol yang berisi miras di ruang pembayaran.
Selanjutnya tim bergerak menuju karaoke Naga, Ngesong Cafe, dan AR KTV Cafe yang terletak di kecamatan Banyakan. Di Ngesong Cafe petugas hanya menemukan sepeda motor terparkir di bagian depan. Motor tersebut diperkirakan milik penjaga maupun pengelola kafe.
Terakhir petugas menuju Kafe Emprit dan Piringsewu Karaoke yang terletak di Kecamatan Semen. Di kedua tempat tersebut petugas tidak menemukan ada aktivitas.
Kaleb mengimbau agar pemilik tempat hiburan malam mematuhi SE Bupati Kediri tentang penutupan total tempat usaha hiburan. Selain itu mereka diharapkan mengurus perizinan tempat usaha tersebut.
Sementara itu, selama Ramadan dan hasil operasi pekat saat ini, ada ratusan botol miras yang sudah diamankan. Bahkan, di Polres Kediri Kota saja mencapai 500 botol. Belum termasuk miras yang ada di polsek.
“Kami belum menghimpun yang ada di polsek. Bisa jadi sampai 600 botol,” terang Priyo.
Rencananya, semua miras itu akan dimusnahkan pada awal April nanti. Yakni, bertempatan dengan gelar apel pasukan operasi ketupat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. cuma dua minggu,” harapnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah